Vaksin Kedaluarsa Dipakai untuk Bayi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Vaksin Kedaluarsa Dipakai untuk Bayi

Vaksin Kedaluarsa Dipakai untuk Bayi
Foto Vaksin Kedaluarsa Dipakai untuk Bayi

* Temuan BBPOM di Meulaboh

MEULABOH – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh, Selasa (28/6) siang menemukan vaksin polio kedaluarsa di sebuah rumah sakit swasta di Meulaboh. Vaksin yang tercatat expired (kedaluarsa) pada Maret 2016 itu diduga sudah sempat digunakan untuk memvaksin bayi.

Tim BBPOM Aceh akhir-akhir ini gencar melakukan razia ke rumah sakit untuk merespons isu nasional tentang beredarnya vaksin palsu. Saat berada di Meulaboh, Selasa kemarin, tim BBPOM didampingi petugas Dinas Kesehatan Aceh Barat serta aparat kepolisian.

Tim BBPOM Aceh sempat melakukan pemeriksaan ke RS Swasta Montella Meulaboh. Tanpa sengaja tim menemukan vaksin polio jenis oral dengan merek Oral Poliomyellitis Vaccine. Yang mengejutkan, ternyata vaksin itu sudah kedaluarsa sejak bulan Maret 2016.

Kepala BBPOM Aceh, Dra Sjamsuliani Apt kepada wartawan mengatakan, temuan tak sengaja berupa vaksin kedaluarsa itu sangat mengagetkan pihaknya. “Kondisi vaksin telah terbuka dan diduga belum lama ini digunakan untuk memvaksin bayi,” kata Sjamsuliana.

Pantauan Serambi, ketika petugas menemukan vaksin yang diduga kedaluarsa itu, petugas RS Swasta Montella tampak kaget. beberapa petugas mengaku vaksin oral polio itu tidak diketahui telah kedaluarsa.

Selain vaksin jenis oral Poliomyellitis Vaccine yang expired, BBPOM Aceh juga menyita sejumlah vaksin lainnya seperti BCG Vaccine BP yang digunakan untuk penyakit paru-paru.

Masih di RS Swasta Montella, tim BBPOM Aceh secara tidak sengaja juga menemukan obat-obatan milik pemerintah yang bertuliskan milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, seperti jenis pentabio (vaksin DTP-HB-Hib) yang harusnya hanya boleh beredar di rumah sakit milik pemerintah serta puskesmas.

Terhadap temuan vaksin kedaluarsa yang diduga telah digunakan untuk pasien, Sjamsuliani mengatakan akan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Barat, guna menindaklanjuti temuan tersebut sekaligus memberikan sanksi terhadap rumah sakit swasta ini. “Untuk sanksi akan dikoordinasikan dengan dinkes, yang penting bukti-buktinya kita kumpulkan dulu,” kata Sjamsuliani. (edi) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id