Asrama Mahasiswa ‘Dikuasai’ Preman | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Asrama Mahasiswa ‘Dikuasai’ Preman

Asrama Mahasiswa ‘Dikuasai’ Preman
Foto Asrama Mahasiswa ‘Dikuasai’ Preman

* Pemko Subulussalam Janji Benahi

SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam berjanji segera membenahi gedung asrama mahasiswa di Kelurahan Titi Rejo Dua, Kecamatan Medan Amplas, Medan, Sumatera Utara. Asrama yang sudah ditinggal mahasiswa itu selama ini ditengarani sudah ‘dikuasai’ para preman dan pencandu narkoba.

“Kami sudah mengecek langsung ke lokasi, memang benar kondisi bangunan sangat memprihatinkan. Kita akan segera mengambil tindakan untuk membenahi,” kata Asisten II Setdako Subulussalam Masri SP kepada Serambi, Minggu (12/2).

Tim Pemko yang dipimpin Masri turun ke lokasi bersama unsur Dinas Pendidikan, BPKD, Tatapraja, LSM dan mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Perantauan Subulussalam (Himappkos). Selain meninjau kondisi bangunan, Masri bersama tim juga melakukan pertemuan dengan pihak kelurahan termasuk kepala lingkungan (kepling) untuk membahas masalah asrama mahasiswa yang dikabarkan telah ‘dikuasai’ sejumlah oknum preman dan pecandu narkoba.

Masri juga membeberkan bangunan asrama mahasiswa yang dilengkapi sekitar 20 kamar tidur seluas 5X6 itu kini mulai rusak. Sejumlah komponen bangunan seperti pintu, jendela dan pintu pagar ikut hilang dan diduga dijual oleh oknum yang menguasai asrama. Saat ini, lanjut Masri, tak satu pun mahasiswa Subulussalam berani tinggal di asrama yang dibangun Pemko Subulussalam itu hingga berubah bagai sarang hantu. ”Ini sudah kami saksikan, makanya ini harus segera diselamatkan sebelum menjadi parah,” ujarnya.

Ketua Himappkos Kota Subulussalam Sedang Angkat kepada Serambi mengatakan kondisi asrama yang memprihatinkan itu sudah berlangsung hampir setahun sehingga menyebabkan ratusan mahasiswa yang selama ini tidur di asrama meninggalkannya. Mahasiswa yang ketakutan akibat kondisi asrama tidak aman terpaksa mencari tempat kos di luar. ”Kami minta pembenahan dalam tahun ini, karena kasihan mahasiswa tidak ada tempat tinggal,” ujarnya.

Sedang mengatakan sesuai data mahasiswa asal Kota Subulussalam di Medan mencapai seribuan orang. Sebagian besar mahasiswa berasal dari keluarga kurang mampu sehingga kesulitan untuk membiaya tempat tinggal. Sementara itu sejauh ini asrama putri dilaporkan tetap aman.

Mantan Ketua Himappkos Subulussalam Suparman Lembeng yang ikut memfasilitasi penyelesaian masalah asrama mahasiswa di Medan juga menyatakan keperihatinannya atas kondisi bangunan milik Pemko Subulussalam itu. Suparman berharap masalah ini secepatnya ditangani temasuk menyelesaikan sertifikat tanah serta renovasi bangunan agar dapat kembali dihuni mahasiswa.

”Selaku pendiri dan mantan ketua Himappkos, kami menyampaikan terima kasih atas sikap tanggap Pemko Subulussalam ini. Kami harap tahun ini semuanya bisa dituntaskan,” ujar Suparman.(lid) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id