Undangan Hilang, Bawa KTP ke TPS | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Undangan Hilang, Bawa KTP ke TPS

Undangan Hilang, Bawa KTP ke TPS
Foto Undangan Hilang, Bawa KTP ke TPS

* Tetap Bisa Menggunakan Hak Pilih

LHOKSEUMAWE – Masyarakat yang kehilangan surat undangan atau surat pemberitahuan pemungutan suara (form C6), tetap bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 15 Februari nanti. Syaratnya membawa dan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) atau paspor kepada petugas di tempat pemungutan suara (TPS).

Pernyataan mengingatkan tersebut disampaikan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Lhokseumawe Syahrir M Daud, dalam pertemuan dengan pers di Hotel Lido Graha, Sabtu (11/2). Dalam pertemuan itu, Syahrir didampingi dua komisioner KIP, Yuswardi Mustafa dan Dedy Syahputra.

“Bagi masyarakat yang sudah terdata sebagai pemilih, tapi kehilangan form C6 atau surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih, tetap bisa menggunakan hak pilihnya. Silakan tetap datang ke TPS lalu menunjukkan e-KTP atau paspor kepada petugas,” kata Syahrir M Daud atau yang biasa disapa Tgk Matang itu.

Sementara bagi masyarakat yang sedang dirawat di rumah sakit, tambah Tgk Matang, maka pada hari pencoblosan, petugas pemungutan suara akan mendatangi seluruh rumah sakit, agar para pasien tetap bisa menggunakan hak pilihnya.

Sebelumnya, Syahrir mengatakan pihaknya sudah menjadwalkan proses rekaputilasi suara dari tingkat gampong hingga pleno di tingkat kota. Namun, sebelum digelar pleno, pihaknya tidak berhak memberikan keterangan hasil pemungutan suara kepada siapa pun, termasuk pers.

Ia menjelaskan, proses rekaputilasi suara tingkat TPS dan gampong akan dilakukan usai pencoblosan, yakni 15 Februari 2017. Hasil pencoblosan baik untuk pemilihan gubernur/wakil gubernur dan wali kota/wakil walikota, akan ditempel di masing-masing TPS, sehingga para saksi setiap pasangan calon dan masyarakat mengetahui kandidat yang unggul.

Sedangkan mulai 16-22 Februari, perekapan suara akan berlangsung di tingkat kecamatan. “Kita targetkan pada 22 Februari hasil perekapan suara sudah masuk ke KIP. Dan sesuai agenda, pada 24 Februari sudah bisa diplenokan di KIP,” demikian Tgk Matang.

Pada hari yang sama, KIP Lhokseumawe juga mengelar kegiatan mewarnai bagi murid TK dan PAUD seluruh Lhokseumawe di Lapangan Hiraq. Kegiatan ini mengambil tema “Ayah Bunda Ayo Memilih”. Sekretaris KIP Lhokseumawe, M Rizal mengatakan, kegiatan ini diikuti 1.260 peserta. Pada even ini tidak ada yang juara. Namun seluruh peserta mendapatkan bingkisan. “Melalui kegiatan ini kita harapkan dapat menggugah para orang tua peserta agar datang ke TPS pada hari pencoblosan,” ujar Rizal.

Sementara itu, KIP Aceh Utara meminta PT PLN (Persero) Area Lhokseumawe tidak menjadwalkan pemadaman listrik mulai hari pencoblosan, 15 Februari 2017 sampai selesai proses rekap suara, agar tahapan Pilkada tidak terganggu.

“Kami sudah menyurati PLN Area Lhokseumawe pada Desember 2016. Kami minta supaya tak ada pemadaman listrik selama tahapan Pilkada. Jika listrik harus dipadamkan, kami minta disediakan transformator untuk arus listrik ke kantor KIP,” kata Sekretaris KIP Aceh Utara Hamdani.

Menurut Hamdani, jika itu pun tak sanggup dipenuhi, minimal harus disediakan genset untuk mengantisipasinya. “Pada hari pencoblosan nanti sampai penghitungan dan rekap, itu lebih penting lagi. Karena itu kami berharap PLN dapat menjaga agar listrik tetap normal,” ujar Hamdani.

Humas PLN Area Lhokseumawe, Ali Basyah mengatakan, mengantisipasi pemadaman listrik di lima kabupaten/kota di wilayah Area Lhokseumawe, pihaknya sudah menyediakan 21 unit genset. “Memang tak ada jadwal pemadaman saat pemilihan, tapi jika terjadi gangguan, kami sudah siapkan genset,” katanya.

Menurutnya, di lima kabupaten yang ada di Area Lhokseumawe, ada 16 kecamatan yang rawan padam listrik akibat gangguan. “Di Aceh Utara salah satunya Seunuddon. Tapi kita sudah siapkan petugas, sehingga bila ada gangguan cepat ditangani,” demikian Ali Basyah.

Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Lhokseumawe dibantu personel Satpol PP, Minggu (12/2), mulai membersihkan alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Aceh dan paslon wali kota dan wakil wali kota Lhokseumawe.

Pantauan Serambi, sejak pagi kemarin, personil Satpol PP bersama komisioner Panwaslih Lhokseumawe membongkar seluruh APK milik pasangan calon yang dipasang di jalan-jalan utama kota itu. Seluruh APK diangkut dengan truk dan disimpan di Kantor Satpol PP dan WH setempat.

Ketua Panwaslih Lhokseumawe, Muhammad AH mengatakan, pembersihan APK dilakukan karena sudah memasuki masa tenang. Sesuai regulasi, pembersihan APK akan berlangsung hingga 14 Februari 2017. “Namun kami menargetkan bisa tuntas satu hari. Untuk mengejar target ini, kami bentuk dua tim, satu ke arah timur dan satu arah Barat,” katanya.

Menurutnya, yang dibersihkan hanya APK yang berisi foto paslon, atau yang mengajak memilih salah satu paslon. Sedangkan atribut partai pendukung tidak dibongkar. “Kita juga bersihkan baliho milik muspika dan muspida atau KIP yang di dalamnya ada gambar para paslon,” ujarnya.

Ditambahkan, kepada seluruh pendukung masing-masing paslon di Lhokseumawe, agar ikut berpartisipasi di masa tenang ini. Bila memang ada APK yang luput dari jangkauan Satpol PP atau Panwaslih, agar para pendukung masing-masing paslon mau membongkarnya sendiri.

Panwaslih Aceh Utara, Minggu (12/2), kembali mengadakan bimbingan teknis (bimtek) untuk 81 panitia pengawas kecamatan (panwascam). Kegiatan yang sama juga dilaksanakan Panwaslih Bireuen yang diikuti 51 anggota Panwascam.

“Bimtek ini sebelumnya sudah pernah kita adakan saat bimtek terpadu kepada Panwascam. Namun, kita adakan kembali supaya 81 Panwascam benar-benar paham bagaimana mengawasi mulai proses pemilihan sampai penghitungan dan rekap suara,” kata Koordinator Divisi SDM dan Organisasi panwaslih Aceh Utara Muryali MAP kepada Serambi, kemarin.

Sementara Koordinator Divisi Pencegahan Pelanggaran Muhammad Usman menyebutkan, pihaknya bersama Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara sudah mengadakan pertemuan dengan calon bupati/wakil bupati Aceh Utara untuk menyampaikan larangan berkampanye selama minggu tenang dari 12-14 Februari 2017.

“Selain itu juga disampaikan tentang alat peraga kampanye juga harus diturunkan calon dan timnya. Jika masih ditemukan ada alat peraga kampanye pada Senin (13/2), pihaknya bersama personel Satpol PP akan menurunkannya. Namun, kita berharap diturunkan sendiri,” katanya.

Di Bireuen, selain menggelar bimtek, Panwaslih juga melakukan simulasi pemungutan suara. Ketua Panwaslih Bireuen, M Basyir mengatakan, kegiatan yang diikuti 51 anggota Panwascam itu berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Bireuen, dan menghadirkan pemateri dari Panwaslih dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Bireuen serta Panwaslu Aceh.(jaf/c38) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id