Hargai Masa Tenang, Gunakan Hak Pilih | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hargai Masa Tenang, Gunakan Hak Pilih

Hargai Masa Tenang, Gunakan Hak Pilih
Foto Hargai Masa Tenang, Gunakan Hak Pilih

Terhitung 12 Februari kemarin, tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) Aceh memasuki masa tenang yang akan berakhir pada 14 Februari. Masa ini beda dengan “minggu tenang” karena waktunya cuma tiga hari, tidak sampai satu minggu, seperti diatur dalam regulasi rezim pemilu sebelumnya.

Yang namanya masa tenang, maka pada masa ini tidak boleh ada lagi kegiatan kampanye dalam bentuk apa pun yang dilakukan pasangan calon ataupun tim suksesnya. Baik itu kampanye terbuka, maupun yang sifatnya dialogis.

Pendeknya, enam jenis kampanye sebagaimana diatur pada Pasal 65 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota, tak boleh lagi dilakukan pada masa tenang ini.

Dengan demikian, setiap pasangan calon maupun tim pemenangannya harus benar-benar bisa menahan diri untuk tidak melakukan: 1) pertemuan terbatas, 2) pertemuan tatap muka atau dialog, 3) debat terbuka antarpasangan calon, 4) penyebaran bahan kampanye kepada publik, 5) pemasangan alat peraga kampanye, dan 6) beriklan di media massa cetak maupun elektronik.

Sejalan dengan ketentuan ini, maka semua atribut atau alat peraga kampanye (APK) harus ditertibkan, dalam artian segera diturunkan atau dicopot, dan tak boleh lagi dipasang baru.

Membersihkan APK yang selama ini tersebar luas memang bukanlah pekerjaan mudah dan murah. Pembersihannya otomatis perlu tenaga, waktu, dan biaya. Tapi sesulit apa pun pekerjaan ini harus tetap dilakukan oleh paslon dan timsesnya sebagai bukti kepatuhannya pada regulasi pilkada.

Dalam kaitan ini, kita imbau para komisioner panitia pengawas pemilihan (panwaslih) agar benar-benar melakukan pemantauan dan berani “menyemprit” paslon yang tidak segera membersihkan APK-nya dari ruang publik tatkala sudah masuk masa tenang.

Kita tahu, setiap paslon sudah mengeluarkan banyak uang untuk sosialisasi diri dan kampanye. Berbagai janji pun sudah ditebarkan. Namun, jangan sampai ia lalai dari kewajiban membersihkan artibut atau alat peraga kampanye, sebab bisa fatal akibatnya.

Yakni, pencalonannya bisa digugurkan komisi independen pemilihan (KIP) karena dianggap masih berkampanye di masa tenang.

Hal lain yang tak kalah pentingnya segera dilakukan paslon adalah menonaktifkan situs-situs di media sosial yang selama ini difungsikan sebagai saluran kampanye. Stop semua aksi berbau kampanye di masa tenang ini. Termasuk tidak melakukan money politics secara terang-terangan ataupun terselubung, misalnya, melalui “serangan fajar” pada detik-detik menjelang pemungutan suara. Pendeknya, masa tenang jangan sampai berubah menjadi masa tegang.

Di masa tenang ini mari kita beri waktu dan ruang kontemplasi yang memadai bagi calon pemilih untuk merenung dan menimbang-nimbang—setelah sering mendengar kampanye—mana di antara pasangan calon kepala daerah yang paling pantas ia pilih karena memang paling layak memimpin daerahnya untuk lima tahun ke depan.

Selaras dengan itu kita juga mengimbau agar para pemilih aktif menggunakan hak pilihnya, sebab satu suara konstituen akan sangat menentukan masa depan Aceh dan kabupaten/kota tempat si pemilih berdomisili.

Hindari bersikap “golput”, karena orang golput adalah orang yang mengabaikan tanggung jawab politiknya dalam kehidupan berdemokrasi, berbangsa, dan bernegara. Mereka yang golput adalah orang yang bersengaja membiarkan daerah atau negaranya dipimpin oleh sosok yang tidak seharusnya.

Jadi, lewat penggunaan hak pilih, mari kita cegah figur yang tidak becus memimpin sebagai pemimpin kita. Selamat menjalani masa tenang dan pastikan datang ke TPS pada 15 Februari nanti untuk memilih—tanpa rasa takut dan tertekan—pemimpin idola Anda. Semoga Aceh dan kabupaten/kota lainnya yang ikut pilkada serentak tahun ini mendapatkan pemimpin terbaiknya untuk mewujudkan capaian yang lebih baik. (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id