Joel Keudah, ‘Geumpa Pijay’ di Album Perdana | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Joel Keudah, ‘Geumpa Pijay’ di Album Perdana

Joel Keudah,  ‘Geumpa Pijay’ di Album Perdana
Foto Joel Keudah, ‘Geumpa Pijay’ di Album Perdana

DUNIA musik Aceh tengah sumringah. Pasalnya mereka yang bergelut di dalamnya, diramaikan muka-muka baru. Pun warna musik yamg dimainkan. Satu di antaranya yaitu Joel Keudah. Pemuda asal Matang Geulumpang Dua, Bireuen ini menjajal peruntungan dengan hijrah ke ibu kota provinsi.

Joel mengawali kariernya sebagai pengamen, satu jalan terjal yang kemudian mengantarkannya masuk dapur rekaman. “Ya, saya cita-citanya memang pengen jadi penyanyi. Awalnya mengamen dari kafe-kafe di seputaran Banda Aceh, kadang makan kadang enggak. Sampai pernah bermalam di Masjid Raya,” tutur Joel Keudah saat menyambangi Serambi, Kamis (9/2).

Nama Joel Keudah sendiri diambil dari nama tempat kediamannya saat hijrah ke Banda Aceh, Januari 2016 lalu. Keudah sekaligus menjadi tempat pertama dirinya eksis sebagai pengamen. Seseorang lantas mengunggah ke Youtube tembang-tembang dari negeri jiran yang beraliran slow rock lewat vokal Joel Keudah saat mengamen.

Sejak saat itu, namanya mulai dikenal luas. Joel yang siap melempar album perdana beraliran house mix ini juga menceritakan pertemuannya dengan sang manajer, Dedek. Titik balik dirinya dalam merintis karier dan mewujudkan mimpinya sebagai penyanyi.

“Waktu mau masuk dapur rekaman saya sampai sakit selama empat hari. Karena mengamen dan menyanyi di studio itu rasanya beda. Terpaksalah saat itu ditunda sampai saya sehat lagi,” ujar Joel Keudah sembari terkekeh mengenang pengalamannya.

Sepuluh tembang dalam album Cewek Matre menjadi debut perdana Joel Keudah. Lagu Smule dan Geumpa Pidie Jaya yang liriknnya ditulis sendiri oleh sang penyanyi menjadi hits. Tak heran, di album Smule yang menggunakan tiga bahasa yaitu Aceh, Indonesia, dan Melayu, lirik dan video klipnya terlihat kocak dan tentu saja menghibur. Sementara Geumpa Pidie Jaya terkesan humanis, sehingga dirinya kerap diundang untuk konser amal maupun mengisi perhelatan maulid setempat.

D2X Management menggandeng Din Keuramik, Planet Broadcasting, dan Y_Studio dalam penggarapan album perdana penyanyi besutannya itu. Sementara Banda Aceh menjadi lokasi bagi Ayah Doe, sang sutradara menggarap video klip. Beberapa artis pendukung yang bernaung di bawah manajemen yang sama, membuat chemistry di antara sesamanya mengalir alami.

Proses produksi album yang dimulai November 2016 lalu itu pun rampung dan siap dirilis pekan ini. “Untuk cetak pertama kita sudah mencetak 50 ribu dan sudah terjual 20 ribu copy keping VCD. Kita optimis karena aliran musiknya sudah akrab di telinga warga Aceh. Tambahan lagi liriknya mempunyai momen tersendiri seperti lagu Geumpa Pidie Jaya dan Om Telolet Om,” imbuh Dedek dari D2X Management.

Dedek mengaku tetap mempertahankan karakter bermusik penyanyi yang mengidolakan Grup Band Wali tersebut. Piasan Seni Banda Aceh menjadi panggung pertama bagi Joel Keudah. Di sela-sela mempersiapkan promosi dan peluncuran album perdananya, Joel Keudah melakukan roadshow pilkada damai ke daerah-daerah. Menghibur sekaligus menebar inspirasi buat mereka yang berani mewujudkan mimpi. (nurul hayati) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id