Puteh Janji Buka Kebun 1 Juta Ha | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Puteh Janji Buka Kebun 1 Juta Ha

Puteh Janji Buka Kebun 1 Juta Ha
Foto Puteh Janji Buka Kebun 1 Juta Ha

* Serap 2 Juta Tenaga Kerja

LANGSA – Pasangan calon (paslon) gubernur Aceh nomor urut 3, Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab menggelar kampanye akbar di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Jumat (10/2) sore. Salah satu janji yang disampaikan Puteh di hadapan massa pendukungnya adalah menyiapkan lapangan kerja untuk dua juta orang dalam masa tiga tahun pertama mereka memimpin Aceh.

“Jika kami mendapat kepercayaan untuk memimpin Aceh melalui Pilkada 2017, kami berjanji akan membuka lapangan kerja bagi 2 juta orang Aceh dalam masa 3 tahun kepemimpina kami,” tandas Abdullah Puteh dalam pidato politiknya. Kampanye akbar pasangan nomor urut 3 tersebut di Kota Langsa dihadiri antara lain mantan ketua PPP Aceh, Abu Yus dan dimeriahkan penampilan artis dari Jakarta, Duo Wangi.

Menurut Puteh, untuk mewujudkan janjinya itu dia akan buka kebun 1 juta hektare (ha) dan setiap 1 ha perlu 2 orang pekerja sehingga total pekerja mencapai 2 juta orang. “Tolong catat janji saya ini. Jika tak mampu saya realisasikan dalam masa tiga tahun, saya siap turun dari jabatan, silakan demonstrasi,” tandasnya.

Abdullah Puteh mengatakan, masalah Aceh yang paling mendesak adalah menurunkan angka kemiskinan karena fakta mengatakan Aceh daerah termiskin di Sumatera.

Dikatakannya, apabila masalah kemiskinan dapat diatasi maka 70 persen masalah Aceh selesai, karena 70 persen penduduk Aceh miskin dan wilayah yang miskin juga 70 persen. “Upaya yang harus dilakukan adalah mengubah sistem peraturan Aceh yang tradisional menjadi modern,” katanya.

Penciptaan lapangan kerja melalui sektor perkebunan, menurut Abdullah Puteh dengan memanfaatkan lahan tidur yang jumlahnya diperkirakan masih ada di Aceh 1 juta hektare.

Lahan tidur itu, katanya segera dijadikan perkebunan dengan luas masing-masing 10.000 hektare, maka akan diperoleh 100 kebun berskala besar untuk ditanami jenis tanaman seperti lada, coklat, karet, sawah, kopi dan lain–lain.

Dengan agroindustri ini pemerintah akan menciptakan pabrik-pabrik pengolah hasil perkebunan yang dibangun sehingga akan didapat beberapa keuntungan yang sangat berguna bagi pertumbuhan ekonomi Aceh, karena hasil komoditi tidak lagi dijual mentahannya tapi yang telah diproses untuk mendapatkan turunannya, misalnya sawit menjadi minyak goreng, karet menjadi ban, buah coklat menjadi kue coklat dan lain-lain.

“Apabila satu perusahaan perkebunan mendirikan dua pabrik saja maka akan ada 200 pabrik di Aceh atau rata-rata 10 pabrik dalam setiap kabupaten. Dengan demikian Aceh yang selama ini dikenal sebagai daerah pertanian tradisional berubah menjadi kawasan industri,” demikian Abdullah Puteh.(zb) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id