Dari Irigasi Matahari sampai Pemerintah Teungeut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dari Irigasi Matahari sampai Pemerintah Teungeut

Dari Irigasi Matahari sampai Pemerintah Teungeut
Foto Dari Irigasi Matahari sampai Pemerintah Teungeut

DALAM kampanye akbarnya di Kota Langsa, paslon gubernur Aceh Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab berhasil membakar semangat massa pendukungnya dengan sejumlah janji untuk kebaikan masyarakat Aceh.

Selain janji akan membuka kebun 1 juta hektare, Puteh juga bicara soal memaksimalkan produksi pertanian dengan menata seluruh areal persawahan Aceh dengan membangun sistem irigasi teknis tetapi tidak dengan membuat bendungan pada aliran sungai karena biaya yang sangat tinggi.

“Kita akan bangun irigasi sinar matahari yang sangat murah yaitu Rp 30 juta/unit dapat mengairi 60 ha sawah. Artinya setiap hektare hanya diperlukan uang Rp 6 juta,” katanya. Sistem ini juga, lanjutnya tidak perlu menunggu bertahun-tahun tapi hari ini dipasang langsung airnya ada, dengan demikian untuk mengairi 300.000 ha sawah di Aceh hanya diperlukan uang Rp 1,5 triliun saja.

Dengan sistem itu, katanya, semua petani di Aceh akan bisa panen tiga kali setahun dengan produksi bukan 4 ton/hektare/tahun tapi 8 ton/hektare/tahun.

Di hadapan massa pendukungnya, Abdullah Puteh juga berjanji akan menghidupkan Pelabuhan Kuala Langsa. Seharusnya, kata Puteh, Pelabuhan Kuala Langsa sudah berstatus pelabuhan bebas sejak tiga tahun lalu karena Pelabuhan Belawan macet akibat tak lagi mencukupi tempat.

“Tapi Pemerintah Aceh kita teungeut (tidur), sehingga Pemerintah Pusat menujuk Pelabuhan Tanjung Belawan. Kemudian selama ini CPO dibawa ke Medan lalu diolah dan dibawa lagi ke Aceh,” katanya.

Padahal, lanjut Piteh, CPO belimpah di Aceh. Untuk itu, Puteh berjanji akan bangun pabrik CPO agar CPO tidak lagi dibawa ke luar Aceh tetapi sudah menjadi minyak makan barulah dijual ke luar.

Di hadapan massanya, Puteh juga mengisahkan tentang tuduhan korupsi terhadapnya sehingga pengadilan memvonis dirinya masuk penjara selama 10 tahun.

“Tidak bisa dibuktikan saya adalah koruptor yang telah merampok uang negara secara faktual. Untuk membersihkan diri dari tuduhan tersebut, saya telah bersumpah di depan hakim Tipikor dan mengangkat Alquran dan menyatakn bahwa bila Abdullah Puteh pernah makan uang negara dari proyek pengadaan helikopter maka siap menerima laknat Allah SWT,” begitu pernyataan Abdullah Puteh di hadapan massa pendukungnya.(zb) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id