Pipa PDAM yang Pecah Diganti | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pipa PDAM yang Pecah Diganti

Pipa PDAM yang Pecah Diganti
Foto Pipa PDAM yang Pecah Diganti

* Dipasang di Luar Oprit

BANDA ACEH – Pipa induk ukuran 500 milimeter milik PDAM Tirta Daroy Banda Aceh di bawah oprit (timbunan tanah yang dipadatkan-red) proyek fly over Simpang Surabaya, yang pecah pada Rabu (8/2) akan segera diganti. Pipa baru sepanjang 200 meter akan dipasang di luar oprit. Sedangkan pipa yang rusak rencananya tidak digunakan lagi dan dibiarkan terkubur di bawah oprit.

Hal itu disampaikan Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub SEAk, kemarin, saat ditanya hasil rapat di Kantor Wali Kota Banda Aceh, Kamis (9/2). Menurutnya, peserta rapat yang terdiri atas Plt Wali Kota, Hasanuddin Ishak, Sekdako, PPK Fly Over, kontraktor, dan PDAM sepakat untuk segera mengganti pipa yang pecah tersebut.

“Pipa yang pecah itu tidak mungkin diperbaiki lagi, karena letaknya memanjang di bawah oprit fly over,” ujar Novizal yang akrab disapa Ampon Yub ini. Peserta rapat, lanjutnya, menyetujui bahwa solusi yang paling tepat yaitu memotong pangkal pipa yang rusak dan menyambungnya ke pipa baru yang dipasang di luar atau pinggir oprit.

Ditambahkan, pihaknya belum dapat memastikan kapan pipa baru bisa dipasang karena bahannya harus didatangkan dari Medan. Untuk sementara, kata Ampon Yub lagi, suplai air ke kawasan Jambo Tape masih bisa dialirkan melalui pipa yang pecah tersebut.

“Hanya saja tekanannya dikurangi. Sebab, kalau distop total, ribuan pelanggan tak akan mendapatkan air,” jelas Ampon Yub seraya berharap warga maklum dengan kondisi itu. Ia juga mengapresiasi pelaksana proyek fly over yang proaktif mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fly Over Simpang Surabaya, Ir T Herman yang dikonfirmasi Serambi mengatakan, pecahnya pipa induk PDAM Tirta Daroy kemungkinan akibat beban timbunan oprit yang terlalu berat. “Mungkin karena beban yang terlalu berat. Tingginya saja tujuh meter,” kata Herman.

Selain itu, tambahnya, dari rapat bersama Pemko Banda Aceh dan PDAM diketahui bahwa pipa induk tersebut telah berumur puluhan tahun. “Ternyata pipa itu dipasang pada tahun 1976. Kami sepakat tidak menggunakannya lagi,” ujarnya.(fit) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id