Air Krueng Daroy Tertahan Sampah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Air Krueng Daroy Tertahan Sampah

Air Krueng Daroy Tertahan Sampah
Foto Air Krueng Daroy Tertahan Sampah

BANDA ACEH – Air Krueng Daroy Banda Aceh yang mengalir dari kawasan Geuceu, Kecamatan Bandaraya melewati sejumlah gampong, di antaranya Seutui, Neusu Aceh, dan Neusu Jaya, tertahan atau tak mengalir lancar di sekitar jembatan Jalan T Nyak Adam Kamil karena sampah tersangkut di jaring besi yang dipasang di sekitar jembatan itu sudah menumpuk.

Akibat kondisi ini, masyarakat di sejumlah gampong dalam Kecamatan Bandaraya dan Baiturrahman, Kota Banda Aceh juga mengeluhkan bau menyengat dari aliran Krueng Daroy yang melewati beberapa desa di dua kecamatan tersebut karena tak lancar lagi teraliri.

Hal ini seperti dikeluhkan Nyak Ti (56), warga Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, kepada Serambi, Jumat (10/2). Menurutnya kondisi itu telah cukup lama dirasakan oleh warga di dua kecamatan itu, terutama mereka yang berdomisili tak jauh dari aliran Krueng Daroy.

“Kami masyarakat kecil tidak mau terlalu banyak mengeluh. Kami coba menerima kenyataan. Tapi, kalau kondisi air bau menyengat seperti ini dan sampah berserekan di dalam sungai, kami khawatir akan menimbulkan penyakit. Apalagi airnya kita lihat memang tidak mengalir sama sekali, sehingga nyamuk pun cukup banyak,” ujarnya.

Ia menjelaskan air yang mengalir dari kawasan Geuceu, Kecamatan Bandaraya melewati Gampong Seutui dan Neusu Aceh dan Neusu Jaya, tidak dapat mengalir dengan lancar. Hal itu disebabkan oleh tumpukan sampah yang tertahan di jaring-jaring besi yang terpasang di sekitar jembatan Jalan T Nyak Adam Kamil, sehingga menahan sampah masuk ke areal Putroe Phang. Jaring besi tersebut lanjutnya dipasang memang untuk menahan sampah masuk ke areal Putroe Phang.

Tapi, pada saat kondisi air tertahan sampah yang tersangkut di bagian besi itu, maka air yang mengalir di Krueng Daroy secara keseluruhan akan terhambat. “Kalau pun ada dorongan dari atas, air tetap tidak dapat mengalir lancar karena sampah yang banyak, selain di dalam sungai, sampah juga tersangkut di bagian jaring besi yang dipasang di jembatan itu, sehingga air tertahan di sana. Kami minta sampah yang tersangkut di jaring penahan itu bisa dibersihkan,” pintanya.

Dikonfirmasi Serambi tadi malam, Kepala Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota (DK3) Banda Aceh, Drs T Samsuar MSi mengatakan pihaknya akan secepat mungkin merespon keluhan warga tersebut. “Insya Allah, besok (hari ini-red) kami akan turun dan membersihkan sampah-sampah yang tersangkut di jaring besi penahan dan terpasang di sekitar jembatan itu. Kami kira selama ini tidak ada masalah, karena tidak pernah ada keluhan ke kami atau petugas di lapangan,” kata Samsuar. (mir) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id