Erwanto Ancam Polisikan Bupati Abdya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Erwanto Ancam Polisikan Bupati Abdya

Erwanto Ancam Polisikan Bupati Abdya
Foto Erwanto Ancam Polisikan Bupati Abdya

* Dituding Dalangi Perbup dan Meminta Uang

BLANGPIDIE – Wakil bupati Aceh Barat Daya (Abdya) nonaktif, Erwanto, mengancam akan melaporkan Bupati Abdya, Ir Jufri Hasanuddin MM, ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik. Hal itu disampaikannya dalam konfrensi pers di kediamannya, Jumat (10/2).

Erwanto merasa citranya tercoreng karena Bupati Jufri menuding dirinya sebagai dalang gagalnya pengesahan qanun APBK yang berujung pada diterbitkannya Peraturan Bupati (Perbup) tentang APBK 2017. Selain itu, ia juga dituding memeras bupati Jufri sebesar Rp 5 miliar.

“Kita sudah berdiskusi dengan beberapa orang kawan yang kebetulan berprofesi pengacara. Kita Insya Allah akan (menempuh) langkah hukum, kita mencari timing (waktu) yang pas,” kata Erwanto.

“(Tuduhan) Ini sangat tidak profesional. Kawan-kawan dari Singapura dan Jakarta sudah telpon, ini sudah merusak citra saya. Oke kalau saya tidak masalah, kalau kawan-kawan lain pasti marah,” tambah Erwanto lagi didamping salah seorang Anggota DPRK Abdya, Khairuddin.

Erwanto mengaku kalau dirinya dan para pendukung sudah cukup bersabar atas tuduhan yang dituduhkan, didemo, difitnah, hingga perusakan alat peraga kampanye. Pihaknya mengaku tidak berupaya membalas atas berbagai hal yang dilakukan terhadap diri dan timnya.

“Tetapi ini sudah di luar batas. Jujur selama saya menjadi wakil bupati, Lillahi Ta’ala tidak menerima satu sen pun dari Pak Bupati. Apalagi meminta, Lillahi Ta’ala tidak ada satu sen pun saya minta, apalagi memeras,” tegas calon bupati dari Partai Aceh ini.

Erwanto mengaku akan melaporkan Bupati Jufri ke polisi dalam waktu dekat ini. Ia juga menyarankan Bupati Jufri melapor ke polisi apabila memang dia merasa diperas.

“Tanyakan langsung kepada Ketua Fraksi Aceh. Setahu saya dan saya dengar, dulu entah sebelum naik atau sudah naik, Jufri pernah menjanjikan membuat Kantor untuk KPA, PA dan Muna. Mungkin saja untuk itu, tapi tanyakan lagi ke Ketua Fraksi, karena saya tidak pernah meminta (uang Rp 5 miliar) itu,” ungkap Erwanto.

Dia pun berharap Bupati Abdya tidak membuat kegaduhan dalam suasana Pilkada Abdya yang aman dan damai seperti saat ini.

Anggota Fraksi Aceh DPRK Abdya, Khairuddin, juga membantah tentang adanya permintaan uang dari Erwanto kepada Bupati Abdya melalui Fraksi Aceh sebesar Rp 5 miliar. “Saya tidak tahu itu. Tapi setahu saya, Erwanto tidak pernah meminta atau mengintervensi kami meminta uang sebesar itu,” kata Khairuddin.

Ketua Fraksi Aceh DPRK Abdya, Zaman Akli, menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh Bupati Abdya, Jufri Hasanuddin terkait adanya permintaan uang dari Erwanto sebesar Rp 5 miliar merupakan fitnah dan mengada-ada. “Fitnah itu dan mengada-ada,” tegas Zaman Akli saat dihubungi Serambi kemarin.

Selain itu, kata Akli, tudingan Bupati Abdya yang menyatakan bahwa ada intervensi wakil Bupati Abdya nonaktif untuk melakukan boikot paripurna pengesahan APBK 2017 yang berujung diterbitnya Peraturan Bupati (Perbup) juga tidak benar.

“Tidak benar tudingan itu. Ini lembaga DPRK, jangankan wakil bupati, bupati saja tidak bisa mengintervensi kerja kami. Apa yang dilakukan ini murni meminta perpajangan pembahasan yang dinilai belum tuntas dilakukan,” pungkas Zaman Akli.

Menurut Akli, klarifikasi itu perlu dilakukan sehingga tidak menimbulkan fitnah dan merugikan pihak tertentu atas tudingan yang disampaikan oleh Bupati Abdya itu. “Kan persoalan ini sudah kami sampaikan dari awal, bahwa ada anggaran yang harus dibahas secara mendetail, jadi tidak ada upaya menjadikan ini perbup atau ada intervensi pihak tertentu untuk itu,” kata politisi Partai Aceh ini.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRK Abdya, Iskandar meminta agar tidak terjadi berbalas pantun terkait masalah yang terjadi, khsususnya persoalan APBK 2017. Semua pihak diminta duduk bersama untuk membicarakan persoalan ini secara baik-baik.

“Kalau seperti ini, tidak menyelesaikan persoalan, dan jika ini terus dilakukan, kami akan memanggil eksekutif, dan kami juga akan melakukan cara-cara kami,” tegas Iskandar.(c50) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id