Senpi Perampok dari Sisa Konflik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Senpi Perampok dari Sisa Konflik

Senpi Perampok dari Sisa Konflik
Foto Senpi Perampok dari Sisa Konflik

* Polisi Buru Pelaku Lainnya

NAGAN RAYA – Polres Nagan Raya hingga kemarin terus mengembangkan kasus perampokan bersenjata api dengan korban seorang tauke emas di Nagan Raya. “Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan kasus diketahui bahwa senjata jenis AK-56 dan amunisi yang diamankan dari pelaku merupakan sisa konflik,” kata Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi didampingi Kasat Reskrim, AKP Iswar kepada Serambi kemarin.

Dia sebutkan polisi masih mengembangkan kasus perampokan tersebut untuk mengetahu kemungkinan ada pelaku lain setelah empat pelaku yang sudah dibekuk. Sementara itu senjata api jenis AK-56 tersebut merupakan milik Ajidin, satu dari empat pelaku. “Masih kita dalami dan dikembangkan kasusnya,” ungkap Iswar.

Seperti diberitakan tim gabungan Polda Aceh dan Polres Nagan Raya kembali membekuk satu pelaku perampokan bersenjata api dengan korban seorang tauke emas di Nagan Raya. Pelaku Rajali alias Sito (31) ditangkap polisi di Jalan Nibung Raya, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Provinsi Sumut pada, Senin (6/2) lalu. Selain itu polisi juga mengamankan satu pucuk pistol airsoft gun di rumah pelaku. Sebelumnya pada Sabtu (7/1) malam polisi meringkus dua pria sebagai pelaku perampokan tauke emas menggunakan senjata api (senpi) AK-56 di dua lokasi terpisah di Nagan Raya.

Kedua tersangka, yaitu Kamaruzzaman alias Pak Woo (45), warga Gampong Padang Parom, Kecamatan Seunagan dan rekannya, Ajidin alias Aji Ubit (37), warga Desa Kila, Kecamatan Seunagan Timur. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya satu pucuk senpi AK-56 yang ditanam di dalam rumah tersangka Ajidin. Polisi juga menyita 74 butir amunisi beserta satu lembar bendera Bintang Bulan.

Dari pengembangan kasus, Polres Nagan Raya, Selasa (10/1) dini hari, kembali menangkap seorang pria yang diduga anggota komplotan perampok. Pria bernama Ajis (41), ini tercatat sebagai warga Gampong Blang Masjid, Kecamatan Beutong, Nagan Raya. Ajis ikut serta dalam aksi perampokan terhadap tauke emas bernama Fadli pada 5 Oktober 2016 lalu. Para pelaku menggondol 148 gram emas murni hasil galian seharga Rp 70 juta.

Sementara itu Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi kepada Serambi kemarin mengatakan polisi telah melimpahkan berkas kasus kepemilikan senjata api jenis pistol FN dan 27 butir amunisi dengan tersangka Abdullah (37) warga Desa Meutulang Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat ke kejaksaan.

“Berkasnya sudah P-21 (lengkap). Tinggal kita serahkan tersangka dan barang bukti (BB) ke jaksa untuk diteruskan lagi ke pengadilan,” kata Kasat Reskrim. Dia sebutkan tersangka ditangkap di rumahnya pada 27 Desember 2016 silam dan sejauh ini polisi masih memburu seorang pelaku lain berinisial M yang dari pengakuan tersangka Abdullah merupakan pemilik senjata api tersebut. Pelaku Abdullah dijerat dengan Undang-undang Darurat nomor 12/1951 tentang Senjata api dan Bahan Peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.(riz) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id