7 Tahun Buron, Koruptor Proyek Buku BRR Ditangkap | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

7 Tahun Buron, Koruptor Proyek Buku BRR Ditangkap

7 Tahun Buron, Koruptor Proyek Buku BRR Ditangkap
Foto 7 Tahun Buron, Koruptor Proyek Buku BRR Ditangkap

BANDA ACEH – Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali menangkap satu terpidana korupsi proyek pencetakan pengadaan buku satu tahun perjalanan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias 2008 atas nama Hendrawan Diandi (52). Ia ditangkap di salah satu hotel bintang empat lantai tujuh di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (8/2) sekira pukul 16.45 WIB setelah tujuh tahun jadi buronan jaksa atas perkara ini.

Kajari Banda Aceh, Husni Thamrin melalui Kasi Pidsus, Muhammad Zulfan dan didampingi Kasi Intel, Himawan, mengatakan, selain menangkap Hendrawan Diandi (52), pihaknya juga berhasil melacak terpidana lain yang terlibat dalam kasus itu, yaitu Achyarmansyah Lubis (43), warga Bogor. Saat ini keberadaan Achyarmansyah di Bandung dan ia berjanji akan menyerahkan diri dengan mendatangi Kantor Kejari Banda Aceh, Senin (13/2) sekira pukul 08.00 WIB.

Saat menjadi pegawai di BRR, Achyarmansyah Lubis menjabat sebagai Pj Kuasa Pengguna Anggaran dan Hendrawan Diandi selaku ketua panitia pengadaan buku satu tahun perjalanan BRR NAD-Nias tahun 2008 dengan pagu Rp 1,3 miliar. Dari proyek itu, keduanya bersekokol melakukan korupsi dengan jumlah Rp 365 juta. Sekedar informasi, sebelum terjerat kasus ini, Hendrawan Diandi merupakan auditor BPKP Pusat yang diperbantukan di BRR. Zulfan menjelaskan selama ini pihaknya memang terus melakukan pelacakan keberadaan terpidana. “Kemarin kami berhasil menangkap satu terdakwa yaitu saudara Hendrawan Diandi (52) warga Tenggerang. Tim langsung melakukan penyergapan lalu mengiring ke Rutan Salemba, Cabang Kejaksaan Agung sekira 09.00 WIB malam untuk dititipkan, karena tim tidak terkejar pesawat lagi untuk dibawa ke Banda Aceh,” katanya.

Dikatakannya, sebenarnya kasus itu sudah diputuskan oleh Makmakah Agung (MA) pada tahun 2009 untuk kedua terpidana dengan masing-masing pidana selama satu tahun penjara, denda Rp 50 juta subsider enam bulan dan uang pengganti Rp 365 juta subsider enam bulan. Terkait uang pengganti, kata Zulfan, keduanya sudah menitipkan ke pengadilan saat menjalani proses persidangan sehingga tidak lagi dibebankan untuk membayarnya.

Mereka dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Untuk kasus ini tidak ada terpidana lain, hanya dua orang ini saja. Dalam pelaksanaan eksekusi ini, kami akan titipkan Pak Hendrawan Diandi di LP Banda Aceh kawasan Lambaro,” ujarnya seraya mengatakan bahwa saat ini pihaknya juga sedang menargetkan penangkapan beberapa lagi DPO korupsi. (mas) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id