Dinsos Serahkan Bayi Ditemukan dalam Kardus ke Pengasuh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dinsos Serahkan Bayi Ditemukan dalam Kardus ke Pengasuh

  • Reporter:
  • Jumat, Februari 10, 2017
Dinsos Serahkan Bayi Ditemukan dalam Kardus ke Pengasuh
Foto Dinsos Serahkan Bayi Ditemukan dalam Kardus ke Pengasuh

URI.co.id, IDI – Setelah tiga hari dirawat di RSUD dr Zubir Mahmud, akhirnya bayi laki-laki yang ditemukan warga dalam kardus di atas kursi di depan warung warga di Gampong Alue Batee, Kecamatan Peudawa, Rabu (8/2/2017) pagi lalu.

Kini, telah menemukan calon orang tua asuh (COTA).

Amatan URI.co.id di RSUD dr Zubir Mahmud, Jumat (10/2) Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD dr Zubir Mahmud, Saminan, menyerahkan bayi laki-laki tersebut ke Kadis Dinsos Aceh Timur, M Yasin, didampingi Kabid dan Kasi Rehabilitasi Sosial, Bahtiar.

Selain itu juga ikut didampingi dan Wadi Fatimah serta didampingi pekerja sosial Cut Fahrayeni, dan Ketua Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Aceh Timur, Rahmat Hidayat.

Setelah pihak Dinsos menerima bayi laki-laki tersebut dari pihak RSUD dr Zubir, kemudian Kadis Dinsos M Yasin menyerahkan bayi tersebut kepada calon orang tua asuh (COTA).

Kasie Rehabilitasi Sosial Wadi Fatimah mengatakan sebelumnya ada tiga cota yang mengajukan permohonan ke Dinsos Aceh Timur, untuk mengasuh bayi laki-laki tersebut.

“Tapi cota yang kita berikan ini merupakan cota yang sangat serius dan layak. Selain kita sudah mewancarai status keluarganya, kita juga menanyakan kepada teman-temannya bahwa cota yang memohon mengasuh bayi ini adalah keluarga yang baik dan layak untuk diberikan,” jelas Wadi Fatimah SH.

Menurut Wadi Fatimah, cota yang layak diberikan itu yakni keluarga yang telah menikah selama lebih kurang lima tahun dan tidak mempunyai anak, keadaan rumah tangganya layak, dan status keluarganya termasuk orang-orang yang baik dan punya perekonomian untuk pendidikan anak tersebut.

Untuk tahap pertama ini, jelas Wadi Fatimah, bayi akan diasuh oleh cota tersebut selama enam bulan dan setiap minggu akan dipantau keadaan pengasuhan anak tersebut.

“Apakah anak ini betul-betul diasuh dengan baik atau ditelantarakan,” paparnya.

 Jika seandainya dalam proses pengasuhan ini terjadi sesuatu, maka anak ini akan diambil lagi oleh Dinsos.

Namun, jika memenuhi hak asuh selama enam bulan maka selanjutnya di lakukan sidang tim Pertimbangan Izin Pengangkatan Anak (PIPA) di Dinsos Aceh untuk mendapatkan hak asuh yang sah. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id