Tangkap Pelaku Intimidasi Pilkada | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tangkap Pelaku Intimidasi Pilkada

Tangkap Pelaku Intimidasi Pilkada
Foto Tangkap Pelaku Intimidasi Pilkada

BANDA ACEH – Plt Gubernur Aceh, Mayjen TNI Purn Soedarmo menyerukan Panwaslih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan aparat penegak hukum agar tidak membiarkan pelaku intimidasi, teror, dan praktik politik uang dalam Pilkada 2017.

“Gejala ke arah itu sudah mulai kelihatan memasuki masa tenang dan hari pencolosan, karena itu saya minta panwaslih dan aparatur penegak hukum untuk menangkap pelakunya dan proses sampai ke pengadilan,” kata Soedarmo pada Rakor Forkopimda se-Aceh mengenai Pilkda Aceh 2017 di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Kamis (9/2).

Soedarmo mengatakan, rakor ini dilaksanakan untuk mengevaluasi dan mendapatkan informasi mengenai persiapan yang telah dilaksanakan KIP dan panwaslih selaku penyelenggara pilkada dan dukungan dana pilkada yang telah diberikan Pemerintah Kabupaten/Kota maupun Provinsi kepada KIP Aceh, Panwaslih Aceh, Panwaslih Kabupaten/Kota, maupun aparat keamanan.

Menurut laporan dari sejumlah Panwaslih Kabupaten/Kota, KIP dan aparat keamanan, masih banyak pemkab dan pemko belum mencairkan dana dukungan untuk pilkada. Untuk itu, kepada Plt Bupati dan Plt Wali Kota maupun kepala daerah definitif yang akan masuk kembali setelah masa cuti kampanye berakhir agar segera mencairkan dan menyalurkan dukungan dana pilkada.

Sebaliknya, tandas Soedarmo, kepada KIP, Panwaslih Aceh, Panwaslih Kabupaten/Kota, Panwaslih Kecamatan, dan aparat keamanan agar dalam melaksanakan tugas harus netral, respons, bekerja profesional, dan tidak memihak.

Tugas dari KIP, panwaslih, dan aparat penegak hukum pilkada, selain mengawasi pihak-pihak tertentu yang melakukan teror dan intimidasi untuk memenangkan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung dan didukungnya, juga mengawasi dugaan praktik politik uang. Sebab, memasuki masa tenang, hari pencoblosan, dan penghitungan suara, biasanya itu menjadi cara bagi paslon untuk merayu dan memaksa pemilih memilihnya.

“Minggu ini masa yang sangat kritis dan santing. Karena itu panwaslih dan aparat keamanan untuk ekstra hati-hati lagi dalam mencermati berbagai kegiatan yang dilakukan paslon, terutama incumbent setelah mereka kembali menjabat pada 12 Februari 2017,” demikian Plt Gubernur Aceh.(her) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id