Enam Datok Dilapor ke Panwaslih | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Enam Datok Dilapor ke Panwaslih

  • Reporter:
  • Jumat, Februari 10, 2017
Enam Datok Dilapor ke Panwaslih
Foto Enam Datok Dilapor ke Panwaslih

* Lakukan Pertemuan dengan Incumben

KUALASIMPANG – Tim relawan pemenangan calon bupati/wakil bupati Aceh Tamiang untuk pasangan Ir Rusman-Muhammad Ichsan (RI), melaporkan lima datok penghulu (kepala desa) plus satu imum mukim ke Panwaslih Aceh Tamiang, Kamis (9/2).

Lima kepala pemerintahan desa dan satu kepala pemerintahan mukim ini dipergoki oleh anggota KPA Sagoe Kecamatan Seruway, melakukan pertemuan tertutup dengan calon bupati incumben, Hamdan Sati, di mess PT Mapoli Raya yang berada di Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut, pada Kamis dini hari. Pertemuan ini diduga untuk mengarahkan pejabat pemerintah desa dan mukim di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang itu, untuk memenangkan calon incumben.

Laporan ke Panwaslih Aceh Tamiang ini dilaporkan Ketua Tim RI, Burhanuddin didampingi Sekjen KPPA, Sekretaris Relawan RI, Hendra Vramenia, dan Sekretaris Pemenangan Tim Paslon nomor tiga (Mursil SH/T Insyafuddin), Ansyari Asnawi. Laporan bernomor 01/TM/II/2017 ini diterima staf Divisi SDM dan Organisasi Panwaslih Aceh Tamiang, Rusli dan Divisi Humas, Indra Kurniawan.

Dalam konferensi pers yang langsung digelar kemarin, Rusli didampingi Indra menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan tim Paslon nomor 1 terkait ditangkapnya lima datok dan satu imum mukim oleh tim RI yang diduga melakukan pertemuan dengan paslon incumben.

Pihaknya juga sudah memintai keterangan awal dari keenam orang tersebut untuk menjadi dasar digelarnya sidang pleno Panwaslih, untuk memutuskan apakah kasus ini merupakan pelanggaran administrasi atau pelanggaran pidana.

“Dari keterangan para datok kepada Panwaslih, mereka mengaku diundang secara lisan menghadiri pertemuan yang dihadiri kandidat incumben dan wakilnya. Terkait kasus ini, kami akan memprosesnya secara terbuka dan warga boleh mengawal kasus ini,” ujar Rusli.

Ketua Tim Pemenangan Ir Rusman-M Ichsan (RI), Burhanuddin, mengatakan bahwa ia mendapat informasi kandidat Bupati/Wakil Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati dan Izwardi mengumpulkan para datok penghulu di mess PT Mapoliraya di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, pada Rabu (8/2) malam. Pihaknya pun langsung mengecek ke lokasi sekitar pukul 22.30 WIB.

Ia mengaku, saat anggotanya mendekat ke mess dimaksud, terdengar suara Hamdan Sati sedang memberikan arahan kepada para datok, dan petugas Satpam di lokasi membenarkan bahwa Hamdan Sati dan Izwardi sedang menggelar pertemuan di dalam mess tersebut. Satpam tersebut melarang pihaknya masuk, sehingga ia dan beberapa anggotanya harus menunggu di luar pintu masuk.

“Keberadaan kami kemudian diketahui oleh pihak Hamdan Sati yang kemudian mematikan lampu dan mereka pun kabur menggunakan mobil, keluar dari mess,” ujarnya.

Namun, anggota Sagoe KPA di Seruway berhasil menyergap satu mobil berisi lima datok dan satu imum mukim yang melarikan diri dari pertemuan tersebut, dan selanjutnya diamankan ke Mapolsek. Beberapa saat kemudian, anggota Panwaslih tiba di lokasi dan mengambil keterangan dari para datok dan imum mukim yang ditangkap.

Calon Bupati Aceh Tamiang nomor urut tiga, Mursil turut mengecam keras tindakan yang dilakukan incumben dengan mengumpulkan para datok yang diduga kuat untuk memenangkannya. “Ini perbuatan kotor yang merusak demokrasi dalam Pilkada. Kami mendukung apa yang dilakukan tim RI dengan melaporkan kasus ini,” ujar Ansyari Asnawi, Sekretaris Pemenangan Cabup/Cawabup Mursil SH/T Insyafuddin.

Calon Bupati dari nomor urut empat, Iskandar Zulkarnain, juga mengatakan, seharusnya masing masing paslon menahan diri untuk tidak melakukan kecurangan. “Jangan merusak suasana Pilkada dan seharusnya kita sama-sama menjaga agar Pilkada kali ini, bersih dan damai,” ujarnya.

Sementara Paslon nomor urut lima, melalui Cawabup Abdul Manaf, mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Karena seorang pejabat meraih jabatan dangan cara-cara yang tidak demokratis. Ia juga memgapresiasi apa yang dilakukan Tim RI yang melaporkan kasus ini kepada Panwaslioh. “Datok harus netral, bukan malah terlibat politik praktis apalagi sampai mengarahkan warga untuk memilih kandidat tertentu,” ujarnya.(md) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id