Jembatan Peudada Juga Terancam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jembatan Peudada Juga Terancam

Jembatan Peudada Juga Terancam
Foto Jembatan Peudada Juga Terancam

* Tiang Mulai Terkikis Akibat Abrasi

BIREUEN – Jembatan rangka baja Krueng Peudada yang berada di lintas nasional kawasan Peudada, Kabupaten Bireuen, juga terancam miring karena abrasi sungai di kawasan jembatan semakin meluas. Tiang pilar jembatan mulai terkikis derasnya arus sungai. Jika tak segera ditangani, jembatan sepanjang 250 meter itu bisa ambruk.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bireuen, Ismunanda ST MT kepada Serambi, kemarin, usai melaporkan kondisi jembatan rangka baja Peudada dan kerusakan badan jalan nasional di kabupaten itu kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) I Banda Aceh, Ir Fathurrahman MSi.

Disebutkannya, saat ini abrasi Kreung Peudada kian meluas. Badan jalan dan abudmen jembatan tersebut terancam rusak. “Akibat abrasi sungai selain telah menengelamkan belasan hektare kebun warga, kini tiang jembatan juga terus terkikis. Jika abrasi itu tidak segera ditangani, jembatan diperkirakan bisa ambruk,” kata Ismunandar.

Ia menambahkan, ada beberapa jembatan rangka baja lainnya di Kabupaten Bireuen yang terancam ambruk akibat abrasi, selain yang terparah saat ini yaitu Jembatan Krueng Tingkeum di Kutablang. Selain jembatan, banyak badan jalan nasional rusak, dan di beberapa kawasan badan jalan nasional masih sempit. Di beberapa kawasan juga perlu pembukaan jalan dua jalur.

Seperti diketahui, Jembatan Krueng Tingkeum di jalan Banda-Aceh Medan, kawasan Kecamatan Kutablang, Bireuen, sejak Jumat (20/1) pukul 02.00 WIB, posisinya miring. Penyebabnya, pilar bawah jembatan dihantam tumpukan balok kayu yang dibawa arus deras di sungai tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambi dari sejumlah warga, pada Jumat (20/1) sekitar pukul 02.00 WIB, terdengar suara seperti gesekan besi. Warga yang rumahnya berdekatan dengan jembatan itu langsung keluar untuk memastikan dari mana sumber suara tersebut. Awalnya ada yang menduga suara itu adalah suara kecelakaan lalu lintas.

Setelah dicek ternyata suara tersebut ternyata berasal dari besi siku atas jembatan posisinya sudah miring, pilar utama di tengah jembatan juga sudah miring, dan terdapat tumpukan kayu bawaan air di dalam sungai. Akibatnya, kendaaraan dari dua arah dialihkan ke jalur alternatif, sambil menunggu jembatan tersebut dibangun yang baru.

Kepala BPJN I Banda Aceh, Ir Fathurrahman mengakui kondisi Jembatan Krueng Peudada juga terancam miring atau ambruk. “Berbagai laporan kerusakan jembatan, ancaman abrasi, badan jalan berlubang serta pelebaran ruas jalan akan menjadi skala prioritas untuk ditangani,” ujarnya.

Tahun ini, katanya, penanganan kerusakan jalan difokuskan pada kerusakan badan jalan yang berlubang, pelebaran ruas jalan yang masih sempit, serta penanganan antisipasi kerusakan jembatan rangka baja.

Sedangkan pembukaan ruas jalan dua jalur akan ditangani pada tahap berikutnya. “Berbagai masukan dan hasil kunjungan ke lapangan menjadi bahan penting untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya.(yus) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id