Akhlak Rasulullah Teladan Bagi Umat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Akhlak Rasulullah Teladan Bagi Umat

Akhlak Rasulullah Teladan Bagi Umat
Foto Akhlak Rasulullah Teladan Bagi Umat

BANDA ACEH – Setiap muslim wajib meneladani Nabi Muhammad SAW baik dari perbuatan, perkataan, maupun perilaku (akhlak) semasa hidupnya. Akhlak yang ditunjukkan Rasulullah sangat mulia tak hanya kepada pengikutnya, tapi juga berbuat baik kepada nonmuslim yang terkadang sering menghina dan mengancam hidupnya.

Demikian disampaikan Ustaz H Gamal Akhyar LC MA saat menjadi penceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Ke-28 Serambi Indonesia, di Kantor Serambi Indonesia, kawasan Desa Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (9/2) pagi.

Menurut dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry ini, kisah Rasulullah SAW dengan pengemis Yahudi yang buta di sudut Pasar Madinah menjadi salah satu bukti betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad.

“Pengemis Yahudi buta ini tiap hari mencemooh Rasulullah. Siapa saja yang mendekatinya, si Yahudi selalu menghasut bahwa Muhammad itu gila, pembohong, dan tukang sihir,” ujarnya. Namun, lanjut Gamal, setiap pagi Nabi Muhammad justru membawakan makanan dan menyuapinya si Yahudi tersebut.

Tapi, menurut Gamal, si pengemis Yahudi tersebut tidak tahu bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. “Kebiasaan ini dilakukan Rasulullah hingga beliau wafat,” ujar Gamal seraya menyebutkan setelah Rasulullah wafat tidak ada lagi orang yang membawa makanan dan menyuapi Yahudi buta itu.

“Hingga suatu ketika Abubakar Siddiq menanyakan kepada Aisyah, apa amalan Rasulullah yang belum dia kerjakan,” kata Ustaz Gamal. Aisyah menjawab, bahwa hampir semua amalan telah Abubakar kerjakan, kecuali satu hal yaitu membawakan makanan untuk seorang pengemis buta di Pasar Madinah.

Mendengar hal itu, kata Gamal, keesokan harinya Abubakar langsung membawa makanan kepada pengemis tersebut. “Namun tak disangka, si pengemis berkata engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. Orang yang menyuapiku selama ini lebih dulu menghaluskan roti itu, sebelum memberikannya kepadaku,” ujar Ustaz Gamal menirukan perkataan si pengemis.

Singkat cerita, akhirnya Abubakar pun menjelaskan kepada pengemis bahwa orang yang selalu menyuapinya selama ini adalah Nabi Muhammad SAW. “Seketika itu si pengemis Yahudi menangis dan menyesali perbuatannya. Dia pun mengucap syahadat di depan Abubakar dan langsung masuk agama Islam,” kata Ustaz Gamal, seraya berharap kisah ini mampu dijadikan pedoman bagi setiap muslim di Aceh dan Indonesia.

Pada kesempatan itu, Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar menceritakan perkembangan surat kabar yang telah berusia 28 tahun itu. Menurut Sjamsul Kahar, pencapaian Serambi Indonesia sebagai surat kabar terkemuka di Aceh saat ini harus disikapi dengan dua hal, yaitu bersyukur dan mawas diri.

“Apa yang telah kita lalui merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya. Tingkatkan rasa syukur kepada Allah, dan tetap mawas diri,” pesan Sjamsul Kahar di hadapan Pemimpin Perusahaan PT Aceh Media Grafika, Mohd Din dan ratusan karyawan PT Aceh Media Grafika yang menaungi beberapa anak perusahaan media berbagai platform.

Dikatakan, tantangan bagi perusahaan surat kabar di era keterbukaan informasi saat ini semakin berat. Menurutnya, ada banyak surat kabar yang mampu bertahan hingga 100 tahun, namun tak sedikit yang harus gulung tikar. “Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, jika ingin tetap bertahan,” pungkas H Sjamsul Kahar. (fit) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id