Tim Irwandi-Nova Adukan Panwaslih Aceh ke DKPP  | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tim Irwandi-Nova Adukan Panwaslih Aceh ke DKPP 

  • Reporter:
  • Kamis, Februari 9, 2017
Tim Irwandi-Nova Adukan Panwaslih Aceh ke DKPP 
Foto Tim Irwandi-Nova Adukan Panwaslih Aceh ke DKPP 

URI.co.id, BANDA ACEH – Tim Pemenangan Irwandi-Nova dikabarkan telah melaporkan Panwaslih Aceh ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena dinilai tidak adil dan memihak kepada salah satu paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

Sebelumnya, Tim Pemenangan Irwandi-Nova melaporkan atas dugaan penghinaan dan fitnah dari Cagub Aceh Nomor Urut 5 dalam sebuah kampanye di Keunire, Pidie, 17 Januari 2016.

“Karena Keputusan Panwaslih Aceh yang tidak melanjutkan laporan Tim Hukum Irwandi-Nova, maka kami mengadukan Panwaslih ke DKPP atas dugaan pelanggaran etik,” kata salah satu pelapor, Mohd Jully Fuady SH dalam pernyataan tertulis yang diterima URI.co.id, Kamis (9/2/2017).

Laporan pengaduan yang disampaikan oleh Iqbal Farabi SH, Mohd Jully Fuady SH, Syaminan Zakaria SHI MH, Asiah dan Hendri Rachmadani SH bernomor 31/VI-P/L-DKPP/2017 itu telahpun diterima DKPP pada Senin 6 Februari sekitar pukul 14.44 WIB.

Menurut Mohd Jully Fuady SH, salah satu pelapor, alasan Panwaslih Aceh yang menyebutkan bahwa laporan Tim Irwandi Nova sudah kedaluarsa atau melewati masa lapor merupakan kekeliruan hukum dan pelanggaran etik. 

“Kami  menunggu dan mengawal proses di DKPP dan kami akan ikuti sesuai ketentuan undang-undang,” ujar Mohd Jully Fuady.

Kronologinya, sebut Jully Fuady, di hadapan ribuan massa, Calon Gubernur Nomor Urut 5 menyebutkan Irwandi Yusuf dengan kata-kata kotor dan menuduh telah menyalahgunakan dana eks kombatan dengan bahasa yang kasar.  

Namun anehnya menurut Jully, pihaknya melapor pada 23 Januari 2017 dengan mendatangi Kantor Panwaslih Aceh. Namun pada saat itu tidak ada seorang pun anggota Panwaslih Aceh di kantor.

Salah sorang Panwas yang dihubungi lewat telepon menyatakan tidak bisa kembali ke kantor serta tidak bisa menerima laporan hari itu, karena mereka sedang ada acara di luar.

Dalam pembicaraan tersebut, anggota Panwaslih Aceh tersebut juga menyarankan agar untuk kembali besok harinya.

Setelah laporan diterima selanjutnya pihak Panwaslih Aceh melakukan pengambilan sumpah dan pemeriksaan pelapor dan para saksi. Semua hasil pemeriksaan itu tertuang dalam Berita Acara Klarifikasi, termasuk pernyataan pelapor yang mengetahui pelanggaran pada 18 Januari 2017.

Dikatakan, karena itu keputusan Panwaslih Aceh yang tidak melanjutkan laporan itu semata-mata karena laporan sudah melewati batas waktu merupakan keputusan sangat berani dan sama sekali mengada-ada.

“Tim Irwandi-Nova merasa di zalimi oleh Panwaslih Aceh yang telah bertindak tidak adil dan memaksakan pandangan hukum yang keliru sehingga memunculkan dugaan pelanggaran etik dan ketidakpastian hukum”  pungkas Jully Fuady. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id