Bupati Abdya Tuding Wakilnya Galang Perbup APBK | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bupati Abdya Tuding Wakilnya Galang Perbup APBK

Bupati Abdya Tuding Wakilnya Galang Perbup APBK
Foto Bupati Abdya Tuding Wakilnya Galang Perbup APBK

BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Ir Jufri Hasanuddin MM melontarkan kata-kata yang mengejutkan tentang sosok di balik gagalnya disahkan Qanun Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (ABPK) tahun 2017 yang berujung diterbitnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang APBK 2017.

Sosok yang dia tuding sabagai dalang gagalnya pengesahan qanun tersebut tidak lain tak bukan adalah Wakil Bupati Abdya nonaktif, Erwanto SE MA.

Hal itu disampaikan Bupati Abdya, Ir Jufri Hasanuddin MM di depan ribuan masyarakat, pegawai negeri sipil (PNS), guru, dan anak yatim yang hadir dalam acara maulid Nabi Muhammad saw 1438 dan syukuran pendefenitifan 20 gampong di Abdya, Rabu (8/2) di lapangan Sepakbola Pantai Perak, Kecamatan Susoh.

“Yang kita sayangkan, ada orang yang seharusnya bertanggung jawab terhadap pemerintah, yang justru menusuk dari belakang bak uroe nyoe. Dia memaksa Fraksi Aceh agar tidak mengesahkan anggaran APBA (ikut paripurna -red). Nah, Erwanto sebagai wakil lon itulah dalangnya,” kata Bupati Abdya, Ir Jufri Hasanuddin MM di depan ribuan masyarakat yang hadir.

Selama ini, kata Jufri, ia serius dan tak main-main dengan nasib rakyat, karena rakyat harus diutamakan dari segala-galanya. “Lon beungeh bak uroe nyoe, jangan demi kepentingan jabatan menghancurkan kepentingan rakyat yang sangat mendasar,” kata Jufri.

Seharusnya, lanjut Jufri, sebagai Wakil Bupati Abdya, Erwanto harus mengamankan seluruh kebijakan yang dilakukan pemerintah, bukan justru menjadi dalang untuk sebuah kehancuran pemerintahan.

“Tingkat jadee waki ka lage nyan, kiban meunyoe menjadi bupati?

Tapi terserah awak droneuh, itulah yang terjadi uroe nyoe, tapi lon harus berkata jujur: ini kerja dia, ini kerjaan dia,” tegas politisi Partai Aceh ini.

Menurut Jufri, dengan menyampaikan ke masyarakat tentang sosok di balik gagalnya Qanun APBK tidak bermaksud untuk kampanye, namun yang dilakukan itu untuk menyampaikan kepada masyarakat mengapa tidak terjadi qanun di Abdya.

“Ado oknum-oknum yang sangat, menurut lon keji. Neucuba (coba) bayangkan jika gubernur menolak santunan untuk anak yatim, santunan kematian, beras raskin, rumah kaum duafa, untuk dayah, untuk honor kontrak, untuk tunjangan pegawai, apa yang terjadi? Kollaps dan kegiatan jalan di tempat, pemerintah Abdya nyoe pih hanco, hanco Abdya nyoe,” terang Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Aceh ini.

Namun, sambung Jufri, setelah pihaknya berusaha dan berjuang meski dengan perbup, gubernur mengabulkan semua yang diusulkan oleh Pemerintah Abdya, termasuk persoalan dana hibah yang telah diprogramkan sejak beberapa tahun lalu itu.

Seperti diketahui, APBK 2017 gagal diparipurnakan dan disahkan melalui qanun, karena sepuluh anggota DPRK Abdya melakukan mogok sidang, sehingga kuorum tidak tercapai.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jufri Hasanuddin menyerahkan secara simbolis uang santunan kepada anak yatim dalam rangka maulid Nabi Muhammad dan syukuran definitif 20 gampong baru di Abdya.

Dalam acara maulid itu, Pemkab Abdya menyantuni 2.320 orang dari sembilan kecamatan dan dilakukan ceramah agama oleh Tgk Nasruddin Abdullah MA dari Aceh utara.

Sementara itu, Wakil Bupati Abdya nonaktif, Erwanto membantah pernyatan Bupati Abdya, Ir Jufri Hasanuddin yang menuding dirinya sebagai dalang atau penyebab terjadinya Perbup APBK Abdya tahun 2017.

“Enggak ada, itu murni inisiatif dari kawan-kawan DPRK yang melihat. Saya dengar, arah RAPBK kita yang semakin tidak jelas bahwa keinginan masyarakat dalam Musrenbang desa dan kecamatan sebagian besar tidak terpenuhi, jarang kali yang ada. Padahal, Musrenbang kecamatan diadakan setiap tahun. Saya dengar juga, ini saya tidak tahu, jadi masalah anggaran rumah tangga bupati terlalu banyak. Tapi mengenai itu tanya langsung kepada anggota dewan, kalau ada instruksi bukan begitu caranya,” kata Erwanto kepada Serambi seusai menggelar kampanye akbar di Lapangan Bola Kaki Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, karena maju sebagai calon bupati.

Namun, Erwanto menganggap sejumlah tudingan yang dialamatkan Bupati Abdya kepada dirinya itu sebuah pujian, sehingga tidak perlu dipermasalahkan dan ditanggapi.

“Alhamdulillah saja, kita anggap saja puji-pujian beliau kepada kita. Cuma kita sayangkan walaupun mendukung siapa-siapa itu hak politik beliau. Namun, perlu diingat, beliau itu masih bupati, dalam jabatan beliau, beliau juga pembina politik di Abdya. Apalagi acara keagamaan sebagai pembina politik harus memberikan keterangan kepada masyarakat, kalau mengatakan secara pribadi kepada saya, saya terima alhamdulilah saja,” ujar calon bupati Abdya nomor urut 9 ini. (c50) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id