Aceh dan Papua Rawan Pilkada | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aceh dan Papua Rawan Pilkada

Aceh dan Papua Rawan Pilkada
Foto Aceh dan Papua Rawan Pilkada

JAKARTA – Badan Intelijen Negara (BIN) sudah memetakan daerah rawan Pilkada 2017. Menurut BIN, Aceh dan Papua termasuk daerah rawan karena masih adanya intimidasi dari kelompok bersenjata.

“Ada spesifik kerawanan yang perlu kita perhatikan juga. Pertama, masih adanya intimidasi dari kelompok bersenjata, khususnya Aceh dan Papua,” kata Deputi II BIN, Mayjen TNI M Thamrin Marzuki di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/2) sebagaimana dikutip dan disiarkan situs berita detik.com.

Marzuki memaparkan, intimidasi oleh kelompok bersenjata masih terjadi di Aceh. Bahkan ada kelompok bersenjata yang menyatakan dukungan kepada salah satu calon.

“Beberapa kita antisipasi, ada kita kategorikan tinggi. Aceh Jaya, Bireuen, dan Lhokseumawe. Kelompok bersenjata masih ada, terutama di pegunungan. Jelas dia menyatakan dukungan ke salah satu calon,” tutur Marzuki.

Selain itu, BIN memetakan Papua juga sebagai daerah rawan. Wilayah di Papua yang diantisipasi potensi kerawanannya yakni Jayapura, Tolikara, Puncak Jaya, Intan Jaya, Dogiyai, dan Nduga.

“Masalah kerawanan ini, kami mengharapkan pengawasan independen khusus untuk di Aceh. Kemudian di daerah pegunungan tadi. Dari aparat kepolisian. Memang ada penambahan aparat keamanan, khususnya di TPS-TPS yang rawan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian saat Rapat Koordinasi Nasional Pemantapan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa 31 Januari 2017 juga mengungkapkan beberapa wilayah yang rawan konflik jelang pemilihan kepala daerah.

“Beberapa wilayah yang rawan karena ada beberapa peristiwa seperti penembakan di Aceh, pembakaran di Papua, sampai ada korban,” ujar Tito.

“Kemudian dinamika yang di Jakarta, adanya proses hukum inkumben. Ini juga dinamikanya cukup keras,” kata Jenderal Tito. Meski begitu, aparat penegak hukum telah mengantisipasi adanya sejumlah konflik ataupun yang berpotensi menimbulkan konflik. “Karena itu, kita siapkan langkah-langkah. Baik sebelum, pra pemilu pencoblosan 15 Februari, kemudian pascapemilu,” demikian Kapolri.(dtc/nas) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id