Tim Kejati Kembali Sita 8 Kardus Arsip | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tim Kejati Kembali Sita 8 Kardus Arsip

Foto Tim Kejati Kembali Sita 8 Kardus Arsip

* Penggeledahan di Gedung Arsip DKA

BANDA ACEH – Setelah sehari sebelumnya Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menyita sejumlah dokumen penting dalam penggeledahan di Kantor Dinas Keuangan Aceh (DKA) yang sebelumnya bernama DPKKA, Kamis kemarim tim tersebut kembali mengangkut delapan kardus dokumen dari gedung arsip kantor tersebut di Cot Cut, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Penggeledahan itu terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi bobolnya kas daerah Rp 22 miliar pada tahun 2010-2011 di DPKKA saat pimpinan lembaga itu dijabat oleh Drs Paradis MSi.

“Awalnya kita melakukan pengeledahan di gedung arsip keuangan di kompleks kantor gubernur. Ternyata arsip tahun 2009 ke atas sudah dipindah ke gedung arsip baru dan kami menuju gudang arsip baru di Desa Cot Cut. Disini kami mendapatkan delapan kardus dokumen,” kata Ketua Tim Penyidikan, Djamaluddin SH MH setelah melakukan pengeledahan.

Dia menjelaskan, posisi kasus tersebut saat ini masih dalam proses untuk mengetahui secara pasti jumlah kerugian negara. Bahkan Kejati Aceh telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu sejak Februari 2015. Mereka adalah mantan Kadis DPKKA, Paradis selaku bendahara umum Aceh (BUA), Hidayat selaku kuasa BUA, dan Mukhtaruddin selaku staf kuasa BUA.

Kasus itu berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh yang dicatatkan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) 2012 bahwa terjadi kekurangan kas Aceh Rp 33 miliar lebih. Kemudian, BPK meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menelusuri bobolnya kas ini.

Hasilnya, kas Aceh saat itu memang terjadi kekurangan sebesar Rp 33 miliar lebih, akan tetapi pihak DPKKA telah mengembalikan kekurangan anggaran 2011 sebesar Rp 8 miliar. Sedangkan kekurangan kas Rp 2 miliar pada 2011 ternyata keliru karena hanya kesalahan pencatatan.

Kemudian, pihak Kajati mengungkapkan sisa kekurangan Rp 22 miliar lebih dari anggaran di bawah 2010 yang ditutupi pihak DPKKA menggunakan dana migas. Karena itu indikasi kerugian negara Rp 22 miliar lebih dari dana migas yang dipergunakan tidak untuk semestinya.(mas) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id