Jufri Hasanuddin Dipecat dari PA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jufri Hasanuddin Dipecat dari PA

  • Reporter:
  • Kamis, Februari 9, 2017
Jufri Hasanuddin Dipecat dari PA
Foto Jufri Hasanuddin Dipecat dari PA

* Disampaikan dalam Kampanye Erwanto-Muzakir

BLANGPIDIE – Ir Jufri Hasanuddin MM yang saat ini menjabat sebagai Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) dipecat dan diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) sejak tanggal 6 Februari 2017 lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), Marzuki AR atau yang akrab disapa Wen Rimba Raya didampingi Ketua DPW PA Abdya, Tgk Abdurrahman Ubiet dan sejumlah Pengurus DPW PA Abdya di hadapan massa yang hadir dalam kampanye akbar calon bupati dan wakil bupati Abdya nomor urut 9, Erwanto SE MA-Muzakir ND, Rabu (8/2), di lapangan Bola Kaki Pulau Kayu, Kecamatan Susoh.

“Na dua boh hai yang dipeusampoe Mualem, beuklam secara khusus dipeugah bak loen disaksikan oleh calon wakil gubernur Aceh Ir TA Khalid. Yang keuphon, “apabila tanggal 1 Februari, sesuai dengan perintah loen, bagi anggota dewan baik yang DPRK dan DPRA yang hana kerja untuk Partai Aceh, PAW atau istilah jih peucat’,” kata Wen Rimba Raya secara lantang membacakan surat keputusan dari handphonenya yang disambut gembira massa yang hadir sembari mengangkat sejumlah karton yang berisi permintaan pemecatan Jufri Hasanuddin.

Kedua, sambung Wen Rimba Raya, khusus rakyat Abdya yang setia pada Partai Aceh, mualem menitipkan pesan kepada dirinya agar disampaikan kepada seluruh rakyat Abdya, seluruh jajaran KPA dan PA, bahwa Jufri Hasanuddin resmi diberhentikan secara tidak hormat.

“Ka bite siat Wen, bak bandum rakyat Abdya, seluruh jajaran KPA dan PA, mulai tanggal 6 baroe, resmi uloen pecat Ir Jufri Hasanuddin (Tolong sampaikan sebentar Wen, kepada seluruh rakyat Abdya, seluruh jajaran KPA dan PA, mulai tanggal 6 kemarin, resmi saya pecat Ir Jufri Hasanuddin),” ujar Wen membacakan pesan Mualem yang disambut takbir dan teriakan para pengurus dan massa yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Wen Rimba Raya juga membacakan surat keputusan yang ditandatangani oleh Muzakir Manaf dan Mukhlis Basyah. Bunyinya antara lain tentang mencabut hak-hak Ir Jufri Hanasuddin sebagai kader dan Wasekjend partai Aceh. “Jadi sampaikan kepada seluruh rakyat Aceh tentang surat keputusan ini, demi perjuangan dan Partai Aceh,” bunyi surat tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat, Mukhlis Abee, mengatakan bahwa secara aturan Jufri Hasanuddin harus dipecat, karena telah melanggar perintah partai tentang intruksi memenangkan calon yang diusung oleh Partai Aceh.

“Harusnya dipecat, ada bincang-bincang dengan Mualem, mungkin masih diberikan waktu sampai saat ini, tapi dengan tidak hadirnya hari ini (kemarin) dalam kampanye ini, ya harus dipecat,” kata Mukhlis Abee didampingi Jubir KPA Wilayah 013 Blangpidie, Tgk Hakiman.

Sementara itu, calon Bupati Abdya dari Partai Aceh dan Gerindra, Erwanto, dalam kampanye akbar mengatakan, apabila terpilih sebagai bupati, maka ia akan melanjutkan dan meningkatkan sejumlah program-program yang bagus semasa kepemimpinan Akmal Ibrahim dan Jufri Hasanuddin.

“Jika loen terpilih, di seluruh kecamatan di Abdya saat meugreb hanjeut udep TV, karena meugreb watee aneuk miet seumubeut (Jika saya terpilih di seluruh kecamatan di Abdya, saat magrib tiba tidak boleh hidup TV, karena magrib waktunya anak-anak mengaji,” kata Erwanto.

Erwanto juga berjanji akan memberikan subsidi pupuk kepada para petani dan pekebun yang memiliki lahan di bawah dua hektare. “Persoalan pupuk itu (langka), itu kesalahan dinas, dan saya sudah koordinasi dengan Direktur Pupuk Iskandar Muda, akan menyediakan pupuk kepada petani dan pekebun di Abdya. PA meunang pupuk aman,” kata Erwanto.

Sempat terjadi insiden kecil ketika Erwanto menyampaikan orasinya, dimana salah seorang yang hadir dalam kampanye tiba-tiba mengibarkan bendera Bintang Bulan. Erwanto lantas meminta satgas untuk mengamankan bendera tersebut, sembari meminta massa tenang dan menyatakan apa yang dilakukan oknum itu merupakan bentuk provokasi.(c50) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id