Aparat Penegak Syariat Diperkuat | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Aparat Penegak Syariat Diperkuat

  • Reporter:
  • Kamis, Februari 9, 2017
Aparat Penegak Syariat Diperkuat
Foto Aparat Penegak Syariat Diperkuat

* Kesekapatan Kajati dan Kadis Syariat Islam Aceh

BANDA ACEH – Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Dinas Syariat Islam Aceh sepakat dalam tahun ini akan terus berupaya membenahan struktur dan lembaga penegak hukum syariat, serta peningkatan kualitas dan skill aparat penegak hukum syariat di Aceh. Sehingga ke depan syariat Islam di Aceh diharapkan berjalan dengan baik guna mewujudkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Demikian antara lain kesepakatan Kajati Aceh, Raja Nafrizal SH dan Kadis Syariat Islam Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas MA dalam pertemuan di Kantor Dinas Syariat Islam Aceh, Kompleks Keistimewaan Aceh, kawasan Jeulingke, Banda Aceh, Selasa (8/2).

Dalam pertemuan itu, Kajati didampingi Aspidum, Fadlul Azmi SH dan sejumlah pejabat Kejati Aceh. Sedangkan Kadis Syariat Islam didampingi Kabid Bina Hukum, Dr Syukri Muhammad Yusuf MA, Kabid Dakwah dan Peribadatan, Muhibuthibri SAg, Kabid Pemgembangan Sumber Daya Syariat Islam, Nizami Taufik SSos, Kepala UPTD Penyuluhan Agama Islam, Drs Nasruddin MAg, dan Kepala UPTD Pengembangan Pemahaman Alquran, Drs H Ridwan Johan.

Prof Syahrizal Abbas dalam siaran pers yang diterima Serambi, kemarin, mengatakan, dalam pertemuan silaturahmi itu juga dibahas kendala-kendala dalam penerapan Qanun Jinayah di Aceh.

Menurutnya, penegakan Qanun syariah yang dilakukan oleh lembaga penegak hukum yaitu kepolisian, Satpol PP dan WH, kejaksaan, dan mahkamah syar’iyah umumnya sudah berjalan. Tapi, lanjut Prof Syahrizal, dalam pelaksanaannya setiap lembaga memaknai aturan Qanun secara masing-masing. Sehingga sering terjadi perbedaan persepsi antara polisi, jaksa, dan lembaga penegak hukum syariah. “Hal itu wajar terjadi, tapi kita akan terus perbaiki,” ujar guru besar UIN Ar-Raniry ini.

Atas dasar tersebut, tambah Prof Syharizal, beberapa waktu yang lalu pihaknya melaksanakan Bimtek integrasi aparat hukum se-Aceh. “Rekomendasi dari pertemuan itu sudah kita serahkan ke Kejati Aceh untuk dapat diteruskan ke Kejari se-Aceh agar menjadi referensi ketika mereka berhadapan dengan masalah jinayah,” pungkasnya.

Kajati Aceh, Raja Nafrizal SH berharap rekomendasi ini akan berdampak positif pada pelaksanaan tugas pokok semua lembaga kita penegak hukum, sehingga penerapan syariat Islam di Aceh dapat berjalan dengan baik. Menurut Kajati, problema Qanun Jinayah sering menjadi hambatan dalam proses hukum di lapangan.

Selama ini, lanju Raja Nafrizal, banyak kasus pelanggaran syariat Islam yang diproses merupakan hasil laporan masyarakat dan tangkap tangan polisi atau wilayatul hisbah.

“Kita memahami bahwa masih ada segelintir orang yang main hakim sendiri dalam menegakkan hukum syariah. Padahal, itu bertentangan dengan norma-norma syariah,” demikian Kajati Aceh.(rel/jal) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id