Pencuri Kerbau Kritis Diamuk Massa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pencuri Kerbau Kritis Diamuk Massa

Pencuri Kerbau Kritis Diamuk Massa
Foto Pencuri Kerbau Kritis Diamuk Massa

* Mobil Pelaku Hangus Terbakar

REDELONG – Satu pelaku pencuri ternak yang mencoba kabur dengan membawa hasil curiannya, dua ekor kerbau diamuk massa sampai kritis. Aksi pengejaran selama tiga jam oleh puluhan warga dengan kendaraan roda dua dan empat dari pukul 04.00 sampai 07.00 WIB membuahkan hasil, mobil pikap pelaku jatuh ke dalam parit.

Melihat pelaku tidak ada lagi di dalam mobil, warga beramai-ramai menyusuri kampung terdekat dan pelakupun ditemukan. Tanpa menunggu komando, warga yang sudah tersulut emosinya, beramai-ramai menghakimi pelaku sampai babak-belur, bahkan sampai pingsan tak sadarkan diri.

Bagaimana tidak, dari 2016 sampai awal 2017, sebanyak 74 ekor kerbau dan sapi warga hilang digondong maling dan pelaku satupun belum yang ditemukan, ujar seorang warga. Pelaku beraksi di Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Bener Meriah sekitar pukul 04.00 WIB dan ditangkap di Kampung Rembele, sekitar pukul 07.00 WIB.

Sedangkan pelaku yang bernama Suhardi Win Syahputra (40), warga desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara diketahui sebagai residivis yang terlibat dalam kasus yang sama. Salah seorang warga menyatakan para peternak kerbau dan sapi terus resah dengan aksi pencurian ternak, karena pelaku tidak ada yang berhasil ditangkap sebelumnya.

Salah seorang warga Kampung Kute Kering, Sudirman (26) mengungkapkan sempat mendengar teriakan ‘maling’ dan langsung keluar rumah, termasuk puluhan warga lainnya. Dikatakan, warga langsung mengejar pelaku hingga sampai simpang jalan Bandara Udara Rembele dan mendapati mobil sudah terperosok di parit jalan.

“Sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku ditemukan di kampung Rembele, tidak jauh dari lokasi mobil dan massa langsung menghakiminya, serta mobil yang ditinggal dibakar,” jelas Sudirman. Dia menyatakan pelaku tidak bisa memberi perlawanan saat dipukul massa secara bertubi-tubi sampai jatuh pingsan, dimana massa menghentikan aksinya.

Sementara, Rusli (40) pemilik ternak yang dibawa kabur pelaku, saat ditemui di rumahnya mengatakan sekira pukul 03.00 WIB, masih melihat dua ekor kerbau miliknya di dalam kandang yang berada tepat di depan rumah. “Sekitar satu jam kemudian atau sekitar pukul 04.00 WIB, saya mendengar suara pintu mobil, selanjutnya saya langsung keluar dan meneriaki maling,” kata Rusli.

Rusli mengaku sempat melihat mobil jenis pikap melaju dengan kecepatan tinggi menuju jalan dua jalur simpang Bandara Rembele dan melihat hewan ternak miliknya sudah tidak ada lagi di kandang. “Saat warga mengejar pelaku, saya langsung melapor ke Polsek Bukit bahwa telah terjadi pencurian kerbau dan pelaku melarikan diri,” jelasnya.

Sedangkan Kapolres Bener Meriah, AKBP Deden Soemantri, melalui Kapolsek Bukit, Iptu Dasri menyatakan telah terjadi pencurian hewan ternak milik warga yang terjadi sekira pukul 03.00 WIB. Dia menyatakan sekitar pukul 07.00 WIB, massa menghakimi pelaku sampai pingsan dan polisi telah mengamankan pelaku untuk dibawa ke rumah sakit (RS) Muyang Kute, Bener Meriah.

Dia menyatakan kondisi pelaku saat diamankan polisi dalam keadaan kritis dan tidak sadarkan diri. “Dengan pengawalan tiga anggota polisi, pelaku dibawa ke rumah sakit,” ujarnya. Iptu Dasri, menambahkan bahwa sekitar pukul 08.00 WIB warga yang marah menarik mobil milik pelaku yang tersangkut di parit jalan dan dibakar.(c51) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id