Remaja Korban Tsunami asal Lamdingin Ternyata Memiliki Keluarga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Remaja Korban Tsunami asal Lamdingin Ternyata Memiliki Keluarga

Remaja Korban Tsunami asal Lamdingin Ternyata Memiliki Keluarga
Foto Remaja Korban Tsunami asal Lamdingin Ternyata Memiliki Keluarga

URI.co.id, BANDA ACEH – Muhammad Akbar Tanjung (20), remaja yang sebelumnya disebutkan sebagai korban tsunami yang kembali bertemu keluarga setelah 12 tahun terpisah, ternyata diketahui memiliki keluarga kandung yang menetap di Medan.

Informasi itu diketahui setelah ibu kandung M Ikbal, Siti Hawa warga Medan menelepon Cut Fauziah, warga Lamdingin Banda Aceh yang sebelumnya disebutkan sebagai orang tua M Akbar Tanjung.

Sebelumnya URI.co.id memberitakan jika Akbar kembali bertemu keluarga setelah 12 terpisah.

Cut Fauziah kepada URI.co.id, Rabu (8/2/2017) mengatakan, setelah berita Akbar yang kembali bertemu keluarga diberitakan media dan tersebar media sosial.

Muncul seseorang yang mengomentari di Facebook bahwa mengenali Akbar, sehingga pihak keluarga Cut Fauziah menelusuri orang yang mengomentari itu.

“Setelah kami berkomunikasi, ia mengaku sebagai kerabat Akbar dan memberitahu jika Akbar memiliki ayah dan ibu kandung, sehingga kemudian kami pun bisa berkomunikasi dengan ibunya Akbar,” ujar Fauziah. 

Setelah berhasil berkomunikasi dengan orang tua Akbar pada, Senin (6/2/2017), Fauziah pun memberitahu Keuchik mengenai terungkapnya fakta baru tersebut.

Kemudian oleh Keuchik Lamdingin dan Bhabinkamtibmas, Akbar dijemput ke kantor kuchik dan mengakui jika ia memiliki keluarga kandung.

Namun ia mengaku sejak beberapa waktu terakhir ia berpisah dengan keluarganya dan sempat  terlunta-lunta di Banda Aceh. Barulah kemudian ia bertemu dan diasuh oleh pasangan mualaf, Fredi dan Siti asal Gampong Awek, Jantho, Aceh Besar. Kemudian ia meminta-minta sumbangan mualaf.

Menurut Fauziah, Akbar tersebut sebelumnya menetap di Langsa, dan sempat mengaji pada sebuah pesantren  di Julok, Aceh Timur, kemudian ia pergi ke Banda Aceh hingga diasuh keluarga mualaf. Sedangkan orang tuanya saat ini menetap di Medan.

Walaupun sebelumnya sempat ada kenyakinan dan keraguan dalam keluarganya mengenai Akbar sebagai anak Fauziah, namun kini keluarga dan masyarakat pun sudah menerima kenyataan bahwa Akbar bukanlah anaknya, serta memiliki keluarga di Medan.

Sementara Keuchik Lamdingin, Anas Bidin mengatakan, setelah mendapatkan informasi bahwa pihak keluarga Cut Fauziah mengetahui Akbar memiliki keluarga.

Ia bersama Bhabinkamtibmas menjemput Akbar, setelah ia mengakui keberadaan orang tua kandungnya. Akbar pun dikembalikan ke orang tua angkatnya di Jantho pada, selasa (6/2/2017) malam. (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id