Korban Investasi Bodong tak Pernah Jumpa Nova | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Korban Investasi Bodong tak Pernah Jumpa Nova

Korban Investasi Bodong tak Pernah Jumpa Nova
Foto Korban Investasi Bodong tak Pernah Jumpa Nova

BANDA ACEH – Saksi korban kasus investasi bodong, RA (25) mengaku tidak pernah berjumpa secara langsung dengan terdakwa Nova Mastura Binti Abdurrahman (25), saat pertama kali bermain investasi forex dolar. Sebelum memutuskan untuk berinves, ia mengatakan hanya menjalin komunikasi lewat pesan BlackBerry Messenger (BBM) tanpa ada pertemuan langsung.

“Saya berkomunkasi dengan dia melalui BBM,” kata RA saat ditanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosnawati SH MH dan Dikha Savana SH dalam sidang lanjutan kasus investasi bodong di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Selasa (7/2) siang. Pada sidang tersebut, jaksa menghadirkan dua orang saksi yaitu, saksi korban dengan inisial RA dan saksi fakta dengan inisial NS.

Dalam keterangannya, RA antara lain menjelaskan, dirinya mengenal Nova dari temannya melalui BBM pada akhir 2015. Setelah berteman di BBM, Nova mengirim pesan siaran (broadcast) investasi forex dolar kepada dirinya. “Pertama saya tidak tertarik, pada Desember 2015 baru tertarik,” katanya di hadapan majelis hakim yang diketuai Badrun Zaini dan didampingi hakim anggota, Eddy dan Totok Yanuarto.

Ketertarikan itu disebabkan adanya tawaran menggiur berupa keuntungan berlipat dari bisnis yang diarsiteki Nova Mastura. Adapun isi broadcast yang disebar Nova antara lain berbunyi, “open invest dolar close jam 23.00 cair tanggal 30 bulan 6, beli dolar 10 juta dapat 60 juta total 70 juta pot 10 %, beli 50 juta dapat 350 juta total 400 juta pot 20 %, beli sekarang juga untuk 5 orang”.

Selain itu, syarat untuk berinvestasi juga sangat mudah yaitu cukup dengan mengirimkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan fotokopi buku tabungan kepada Nova. Sehingga banyak orang terpengaruh dan melakukan investasi dengan menyetor uang kepada Nova melalui rekening, sehingga rekening Nova saat itu pernah singgah uang sebanyak Rp 18 miliar.

Salah satu yang berinvestasi kepada Nova adalah RA dengan modal pertama sebesar Rp 3 juta dengan keuntungan Rp 3 juta, total Rp 6 juta. Sejak melakukan investasi pertama pada 2015 hingga dihentikannya penyetoran pada April 2016, RA telah menyerahkan uangnya kepada Nova sebanyak Rp 520 juta secara bertahap.

Dari total Rp 520 juta tesebut, RA mengakui tidak semua uang itu miliknya. Ia juga mengatakan tidak mendapatkan keuntungan dan fasilitas lainnya seperti umrah dan wisata ke Paris dan Dubai. “Uang itu ada modal dari orang lain juga, seperti Maya Stary Ramadani Rp 50 juta dan Mufdar Alianur Rp 15 juta, sedangkan selebihnya modal saya. Untuk kuintasinya atas nama saya semua,” jelas dia.

RA mengaku tergiur mengikuti bisnis ilegal itu karena pada awalnya Nova memenuhi janjinya dengan memberikan keuntungan ganda. Celakanya, pada 2016 bisnis itu kolaps dan RA mengalami kerugian sebesar Rp 147 juta (akumulasi dari tiga pemilk modal tadi), khusus kerugian pribadi RA sekitar Rp 80 juta. Dari modal Rp 520 juta itu, Nova hanya mengembalikan sekitar Rp 372 juta.

Kasus yang sama juga dialami oleh NS. Tetapi, dalam kasus ini NS tidak melapor ke polisi. Dalam persidangan kemarin, dia mengatakan, hanya mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta dari bisnis itu. Ia mengaku ada beberapa kali melakukan invest tetapi tidak dalam jumlah banyak. “Pertama kali invest Rp 1 juta dengan keuntungan Rp 500 ribu,” katanya.

Terkait keterangan kedua saksi tersebut, terdakwa Nova Mastura yang didampingi kuasa hukumnya, Yusi Muharnina SH dan Rifa Chinitya SH, mengatakan ada benar ada salah. Setelah meminta keterangan terdakwa, majelis hakim menunda sidang tersebut hingga Selasa 14 Februari mendatang, dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa.(mas) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id