Peningkatan SDM Guru SMK tak Masuk RAPBA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Peningkatan SDM Guru SMK tak Masuk RAPBA

Peningkatan SDM Guru SMK tak Masuk RAPBA
Foto Peningkatan SDM Guru SMK tak Masuk RAPBA

* Komisi V Protes TAPA

BANDA ACEH – Sejumlah Anggota DPRA protes ke Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) karena beberapa poin anggaran untuk kebutuhan Aceh yang sudah disetujui antara eksekutif dan legislatif tak masuk dalam buku APBA 2017, salah satunya program peningkatan SDM Guru SMK di Aceh.

Protes ini mereka sampaikan dalam Rapat Badan Anggaran DPRA dengan Tim TAPA menindaklanjuti hasil koreksi atau evaluasi Kemendagri terhadap RAPBA 2017 di ruang Banggar DPRA, Banda Aceh, Selasa (7/2) siang. Salah satunya oleh Ketua Komisi V DPRA Bidang Pendidikan Mohd Al Fatah.

Ia mempertanyakan kenapa program peningkatan SDM Guru SMK di Aceh yang sudah dibahas bersama dengan Dinas Pendidikan tak masuk buku APBA 2017. “Apa karena belum diinput ke dalam buku penjabaran RAPBA 2017, karena terburu-buru mau dibawa ke Jakarta atau memang sengaja tidak dimasuki ke dalam buku penjabaran RAPBA 2017,” tanya Mohd Al Fatah.

Menurut Mohd Al Fatah, protesnya itu sangat mendasar karena dana yang diplot untuk LPSDM Aceh 2017 Rp 106 miliar itu, bagian dari 20 persen pagu dana Pendidikan Aceh secara menyeluruh. Al Fatah mengatakan saat pembahasan program tersebut, Komisi V bersama Dinas Pendidikan, sudah setuju program tersebut masuk dalam RKA RAPBA 2017.

“Tapi kenapa setelah hasil evaluasi dari Mendagri, program itu tidak muncul. Kalau dicoret nampak dalam hasil evaluasi Kemendagri. Tapi dalam surat lembaran evaluasi Kemendagri, tidak ada juga. Ini artinya, usulannya tidak diinput Tim TAPA,” kata Al Fatah.

Protes hampir serupa juga disampaikan pihak Komisi I dan komisi lain di DPRA. Mereka protes banyak usulan program bersama anggarannya yang sudah dibahas dan disetujui bersama dengan SKPA terkait tak muncul dalam buku penjabaran RAPBA 2017 yang telah dievaluasi Mendagri, padahal itu bukan program siluman, seperti disampaikan Wakil Ketua II DPRA, Irwan Djohan kepada Serambi usai rapat itu kemarin.

Pihak TAPA yang hadir dalam rapat Banggar DPRA, itu kemarin, yakni Ketua Bappeda Aceh Azhari Hasan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh Jamaluddin, Asisten I Setda Aceh Dr Iskandar, Asisten II Zulkifli Hasan, Asisten III Kamaruddin Andalah. Mereka semua tak ada yang bisa menanggapi protes tersebut.

“Mereka hanya minta jawaban dan penjelasannya ditunda, dan akan disampaikan pada rapat lanjutan besok (hari ini-red), Rabu (7/2),” ini,” kata Irwan Djohan. Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Aceh Jamaluddin juga belum bisa menjawab mengenai protes ini. (her) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id