Bursa Cagub Bertambah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bursa Cagub Bertambah

Foto Bursa Cagub Bertambah

* Nurlif Bidik Golkar, Puteh via Independen

BANDA ACEH – Bursa kandidat calon gubernur (cagub) Aceh makin ramai. Kemarin, Teuku Muhammad Nurlif, mantan anggota DPR RI dari Partai Golkar, mendeklarasikan diri maju sebagai cagub Aceh periode 2017-2022. Sementara itu, menjawab Serambi, Ir Abdullah Puteh MSi, mantan gubernur Aceh periode 2002-2005, juga menyatakan akan maju sebagai cagub. Bedanya, Nurlif berupaya melalui Partai Golkar, sedangkan Puteh sudah memastikan maju via jalur independen (perseorangan).

Pernyataan Nurlif untuk maju sebagai cagub Aceh ia sampaikan kepada wartawan seusai acara deklarasi Sahabat Nurlif di sebuah rumah makan di kawasan Lampulo, Banda Aceh, Kamis (3/3).

Kepada wartawan dan sahabatnya, serta undangan lainnya, putra Pidie ini mengatakan, deklarasi Sahabat Nurlif itu dilakukan untuk merespons permintaan dan desakan sahabat-sahabatnya dari berbagai daerah di Aceh. Mereka meminta Nurlif mencalonkan diri sebagai calon pemimpin Aceh untuk periode 2017-2022.

Sebelum acara ini dilaksanakan, kata Nurlif, keinginan sahabat-sahabatnya itu telah disampaikan lebih dulu kepada pengurus pusat Partai Golkar di Jakarta. DPP Partai Golkar menyambut baik dan mengamanahkan kalau memang ingin mencalon sebagai gubernur Aceh, ya silakan berusaha dan raih dukungan masyarakat Aceh sebanyak-banyaknya. “Demikian, diamanahkan Golkar kepada saya,” kata Nurlif.

Atas dasar itu, lanjut Nurlif, para sahabatnya di Aceh mendesak ia untuk segera mendeklarasikan Sahabat Nurlif yang nantinya bertugas membantu dalam mencari dukungan secara luas di Aceh.

Pembentukan Sahabat Nurlif itu, kata Nurlif, telah dilakukan di berbagai daerah dengan nama berbeda, tapi tujuannya sama, yaitu untuk merangkul masyarakat secara luas guna memenangkan pasangan calon gubernur yang diusung nantinya dalam pilkada.

Deklarasi Sahabat Nurlif yang dilaksanakan itu, kata Nurlif, atas dukungan dari sahabatnya Safaruddin dan kawan-kawan serta wartawan yang hadir, sehingga acaranya berjalan sukses.

Ia tambahkan, pembentukan dan deklarasi Sahabat Nurlif ini merupakan bagian dari tahapan persiapan dirinya untuk maju sebagai cagub Aceh. Langkah berikutnya, lanjut Nurlif, sebagai kader Partai Golkar, maka ia akan meramaikan bursa calon Ketua DPD Partai Golkar dalam musda yang diselenggarakan 5-6 Maret 2016 di Hotel Oasis. Musda itu akan dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Menurut Nurlif, ia maju sebagai calon ketua DPD Partai Golkar Aceh juga atas permintaan dan desakan dari sahabat-sahabatnya yang duduk sebagai Pengurus DPD II Partai Golkar di kabupaten/kota. Mereka meminta, pascatuntasnya dualisme konflik Parti Golkar di tingkat pusat, untuk Ketua DPD Partai Golkar Aceh dibutuhkan seorang kader muda Golkar yang mampu memimpin dan bertindak tegas dan adil bagi anggotanya, serta mampu membaca percaturan politik Aceh maupun nasional yang bisa memberi keuntungan bagi Golkar dan masyarakat Aceh.

Jika ia nanti terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Aceh, kata Nurlif, maka langkah untuk maju sebagai cagub Aceh, sudah semakin ringan, karena kendaraannya sudah tersedia. Jadi, tinggal mencari koalisi dengan partai lainnya guna mencukupi kuota jumlah kursi untuk bisa mengusung satu paket pasang cagub dan cawagub.

Untuk masalah itu, kata Nurlif, ia secara pribadi, maupun melalui para sahabat dan rekannya yang dibentuk di daerah, terus melakukan komunikasi politik dengan berbagai parpol yang mau berkoalisi dengan partainya nanti.

Menurut Nurlif, misinya untuk mencalonkan diri sebagai cagub Aceh, adalah karena ingin menjadikan Aceh bisa lebih baik lagi dari kondisi sekarang ini. “Program dan kegiatan yang telah berjalan baik, akan kita teruskan dan tingkatkan. Sedangkan yang belum baik, diperbaiki agar menjadi lebih baik lagi dalam waktu yang tak terlalu lama,” ucapnya.

Misi lainnya adalah memelihara perdamaian Aceh yang telah berjalan sebelas tahun. “Ini prioritas kami agar kita bisa membangun untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat Aceh dalam suasana yang aman, tenteram, nyaman, adil, dan bermartabat,” demikian Nurlif.

Puteh juga maju
Sementara itu, Ir Abdullah Puteh MSi, Gubernur Aceh periode 2000-2005, menegaskan bahwa ia akan maju menjadi kandidat gubernur Aceh pada Pilkada 2017. Puteh memastikan maju melalui jalur independen agar tidak bersinggungan dengan kandidat yang sudah duluan melakukan pendekatan ke parpol, baik lokal maupun nasional.

“Saya memang akan maju sebagai kandidat gubernur. Tapi sebetulnya niat untuk maju bukan saat ini saya nyatakan ke publik. Saya bersama timses sudah merancang jadwal deklarasi resmi di Banda Aceh, yakni pada 17 Maret 2016. Cuma ya, karena sekarang sudah duluan ditanya oleh Serambi, maka saya tegaskan saja bahwa saya memang maju,” kata Puteh saat dihubungi Serambi kemarin by phone dari Banda Aceh.

Puteh yang mengaku sedang berada di sebuah restoran di Jakarta mengatakan, “Kesiapan untuk maju sudah final, kita sudah Bismillah. Ini permintaan masyarakat, termasuk sejumlah ulama, dan terutama masyarakat tani. Kan belakangan ini saya makin dengan kaum tani,” kata Puteh yang merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Sarikat Tani Islam Indonesia (STII).

Suami Marlinda Purnomo ini menambahkan, meskipun informasi tentang ia maju sebagai cawagub diekspose lebih awal oleh Serambi hari ini, tapi ia tetap akan mengumumkan secara resmi pencalonan dirinya pada saat deklarasi 17 Maret mendatang. “Tidak lama lagi, tunggu saja hari H-nya. Kita ingin mencapai hasil yang sangat baik dan dampak publikasinya terawat dengan baik,” ujar Puteh.

Ia juga menyebutkan alasannya mengapa maju melalui jalur independen. Pertama, supaya tidak berbenturan di sana-sini dengan kandidat lain yang berniat maju atau sudah menggalang dukungan melalui jalur parpol.

Sebagai contoh, jika Teuku Nurlif maju dengan dukungan Partai Golkar, misalnya, Puteh tak akan mengusik jalur yang sama, meski ia juga kader Golkar dan menjabat Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR).

“Di sisi lain, melalui jalur independen ini saya juga ingin lihat apakah memadai atau tidak dukungan masyarakat terhadap saya? Sebagai barometer awal ini bisa kita ukur dari seberapa besar dukungan masyarakat memberikan fotokopi KTP-nya untuk mendukung kita. Dukungan di jalur ini tentulah lebih riil,” demikian Puteh. (her/dik) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id