Irwandi Janji Tambah Beasiswa Yatim | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Irwandi Janji Tambah Beasiswa Yatim

Irwandi Janji Tambah Beasiswa Yatim
Foto Irwandi Janji Tambah Beasiswa Yatim

LHOKSUKON – Calon Gubernur Aceh nomor urut 6 Irwandi Yusuf pada Senin (6/2) sore, berkampanye di lapangan sepakbola Syamtalira Bayu, Aceh Utara. Dalam kampanye tersebut Irwandi berjanji akan menambah jumlah beasiswa untuk yatim dari Rp 1,8 juta menjadi Rp 2 juta lebih dan akan menertibkan administrasinya dengan baik.

Sebelum berkampanye, Irwandi dan Fakhrurrazi H Cut calon bupati Aceh Utara nomor urut 4, dipeusijuek oleh ulama. Dalam kampanye itu juga hadir calon wakil bupati Aceh Utara Mukhtar Daud, mantan Pangdam Iskandar Muda Mayjend (Purn) Soenarko. Di sesi akhir kampanye, Irwandi juga dikalungkan bunga oleh Ummi Kalsum, salah satu mantan keuchik perempuan ketika konflik di Dewantara.

Kampanye diawali dengan orasi politik Dedi Safrizal, anggota DPR Aceh dari Partai Nasional Aceh (PNA). Menurut Dedi Safrizal, Irwandi adalah pelopor Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Irwandi pula yang membangun Badan Dayah dan juga menyalurkan Bantuan Keuangan Pemakmue Gampong (BKPG). “Lalu bila ada problem yang menimpa mantan kombatan GAM, Irwandi turun langsung menyelesaikannya,” kata Dedi.

Ia juga menyebutkan, Irwandi tidak pernah berjanji akan memberikan bantuan Rp 1 juta per Kepala Keluarga (KK), dan tidak pula berjanji akan menaikan masyarakat Aceh yang sudah dewasa untuk menaikan haji secara gratis. “Tapi Irwandi akan memberikan bukti. Beliau sudah pernah memimpin sudah terbukti ketika memimpin,” katanya.

Sementara itu, Khaidir menyebutkan, dalam beberapa pekan terakhir ini ada kandidat lain yang mengaku yang dirinya sebagai pelopor JKA. Padahal sebagaimana diketahui bersama Irwandi-lah yang mencetuskan JKA. “Untuk itu saya berharap semua msyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menjadi saksi di TPS nantinya, agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, Irwandi Yusuf saat menyampaikan orasi politik menyebutkan, dirinya dulu mendirikan badan dayah agar ulama dan pimpinan dayah tidak perlu datang ke kantor gubernur untuk mengurus bantuan. Tapi dengan adanya badan dayah tersebut bisa memfasilitasi semua dayah untuk mendapatkan bantuan. Lalu, memprogramkan bantuan beasiswa untuk yatim.

“Karena ketika itu banyak janda konflik yang membutuhkan beasiswa untuk pendidikan anaknya. Sekarang beasiswa tersebut masih ada, tapi kurang berjalan dengan baik. Karena itu ke depan beasiswa itu akan kita tambah dari Rp 1,8 juta, menjadi Rp 2 juta lebih. Selain itu ketika saya menjabat memberikan bantuan kepada mantan kombatan melalui proposal kelompok,” katannya.

Mantan Gubernur Aceh itu juga menyebutkan akan mengupayakan supaya tenaga honorer dapat menjadi PNS. Kalau nanti kuota yang diberikan terbatas, sehingga akan terjadi persaingan. Ia berharap tidak ada yang menyogok, jadi bersainglah dengan baik.

Mantan Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen Purn Soenarko dalam konferensi pers di Lhokseumawe pada Senin (6/2) mengatakan, dari enam kandidat yang bersaing dalam Pilkada 2017, Irwandi Yusuf/Nova Iriansyah adalah yang terbaik. Karena kepemimpin Irwandi sudah terbukti dengan program JKA, dan program bantuan beasiswa yatim serta program lainnya. Malah ada program yang diadopsi Pemerintah Aceh sekarang.

“Dulu saya mendukung pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir). Karena ia berjanji ketika datang ke rumah saya di Jakarta akan membangun Aceh supaya lebih baik lagi. Tapi nyatanya, bukan bertambah baik, malah stagnan, jika tidak ingin disebut mundur,” kata Soenako, panasihat pasangan Irwandi-Nova sekaligus juru kampanye.

Menurut mantan Komandan Jenderal Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) tersebut, ada sekitar 21 janji yang disampaikan pemerintah Zikir, tapi tak ada realisasi, seperti bantuan Rp 1 juta per Kepala Keluarga dan menaikan haji bagi masyarakat Aceh. “Karena janjinya tak direalisasi, satu tahun pemerintah Zikir saya mundur dan kemudian mendukung Irwandi,” katanya.

Soenarko juga mengimbau supaya masyarakat tidak takut lagi dengan intimidasi. “Masih ada intimidasi. Misalnya ada kandidat menyebutkan jika tidak pilih dia, Aceh akan konflik lagi. Ada juga kandiat mengeluarkan tidak senonoh terhadap masyarakat jika tak pilih dirinya. Ini kan intimidasi, ada intimidasi yang halus ada juga intimidasi yang kasar,” katanya.

Soenarko juga mengimbau kepada masyarakat supaya tetap menggunakan hak pilihnya dan tidak golput. “Pilihlah pasangan sesuai dengan hari nurani. Jika ada intimidasi lawan bersama aparat. Saya yakin jika masyarakat sudah bersatu dengan aparat, tak ada akan lagi yang berani mengintimidasi masyarakat,” kata Sonarko.(jaf) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id