DKP Ancam Tangkap Boat Trawl | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DKP Ancam Tangkap Boat Trawl

DKP Ancam Tangkap Boat Trawl
Foto DKP Ancam Tangkap Boat Trawl

* Turunkan Tim Pengintai

LHOKSUKON – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara akan segera menurunkan tim untuk mengintai boat-boat nelayan yang menggunakan pukat trawl (pukat harimau) yang beroperasi di wilayah perairan Aceh Utara. Boat-boat tersebut akan ditangkap lalu pukat trawl itu akan dimusnahkan.

Penegasan itu disampaikan Kepala DKP Aceh Utara, Ir Jafar Ibrahim kepada Serambi, Senin (6/2), menanggapi keluhan dan laporan sejumlah nelayan di Seunuddon, Aceh Utara. Para nelayan mengaku semakin resah dengan banyaknya boat trawl yang beroperasi di laut kawasan itu. Pasalnya, nelayan setempat semakin sulit mendapatkan tangkapan ikan.

“Untuk menangkap boat-boat yang menggunakan pukat trawl tersebut perlu pengintaian, dan kita sudah menyediakan dana operasionalnya. Jadi kita harapkan nelayan yang menggunakan trawl agar berhenti beroperasi di wilayah Aceh Utara,” tegas Kepala DKP Aceh Utara, Ir Jafar Ibrahim kepada Serambi, Senin (6/2).

Jafar Ibrahim menambahkan, selain akan melakukan penangkapan dan pemusnahan pukat trawl, Dinas Keluatan dan Perikanan Aceh Utara juga akan menyediakan alat tangkapan lain bagi nelayan di Aceh Utara.

Sebelumnya, nelayan di kawasan Seunuddon dalam satu minggu terakhir menangkap empat boat yang menggunakan pukat harimau, saat beroperasi di kawasan pada malam hari. Pemilik boat itu diingatkan agar tidak beroperasi di perairan tersebut. Jika tidak dipatuhi, nelayan setempat akan mengambil tindakan tegas.

“Selama ini pukat trawl yang beroperasi di kawasan kami khususnya pada malam hari sudah semakin banyak. Mereka ada yang berasal dari Lhokseumawe, Aceh Timur, dan juga dari sejumlah kecamatan di Aceh Utara,” ujar Panglima Laot Seunuddon, Amir Yusuf kepada Serambi, Senin (6/2).

Panglima Laot Seunuddon Amir Yusuf menambahkan, banyaknya boat trawl tak hanya mengganggu nelayan Seunuddon, tapi juga merugikan mereka. Banyak jaring nelayan yang rusak tertarik boat pukat trawl. Selain itu, banyak ikan dan udang yang masih kecil dibuang sia-sia, karena tak bisa digunakan.

“Seharusnya bibit udang dan ikan yang masih kecil tersebut bisa hidup di laut, tapi karena semakin maraknya pukat trawl, dikhawatirkan bisa menyebabkan ikan dan udang semakin langka nanti. Selain itu, nelayan kecil yang menggunakan boat biasa semakin kesulitan menangkap ikan,” kata Amir.

Karena itu, warga sudah melaporkan hal itu ke Dinas Kelautan dan Perikanan dan DPRK Aceh Utara. “Kami berharap ada solusi dari pihak dinas terkait, agar persoalan ini bisa diatasi. Sebab, seminggu lalu saat penangkapan pukat trawl, nelayan sempat hendak membakar boat itu, tapi berhasil dilerai,” demikian Amir Yusuf.(jaf) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id