Dua Warga Laweung Diboyong ke Polda | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Dua Warga Laweung Diboyong ke Polda

Dua Warga Laweung Diboyong ke Polda
Foto Dua Warga Laweung Diboyong ke Polda

SIGLI – Dua warga Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie, yaitu Ramlan (35) dan Agus (25) yang diduga terlibat aksi pengrusakan dan pembakaran peralatan kerja dan fasilitas proyek pembangunan pabrik semen di Laweung diboyong ke Mapolda Aceh. Selain kedua tersangka, sejumlah alat berat juga ditarik dari lokasi proyek.

Seperti diberitakan, massa dalam jumlah besar mengamuk di lokasi proyek pembangunan pabrik semen kawasan perbukitan Kecamatan Muara Tiga (Laweung), Pidie, Sabtu 30 Juli 2016 sekira pukul 10.00 WIB. Sejumlah peralatan kerja dan fasilitas proyek jadi sasaran pengrusakan dan pembakaran.

Massa yang mengamuk itu berasal dari Gampong Kule, Kecamatan Batee dan Desa Cot, Kecamatan Muara Tiga terdiri laki-laki dan perempuan. Mereka menuntut pembayaran harga tanah yang terkena lokasi proyek yang menurut mereka belum diselesaikan oleh PT Samana Citra Agung yang diberi mandat oleh PT Semen Indonesia untuk mengurusi masalah tersebut. (LIHAT VIDEO KERUSUHAN DI PABRIK SEMEN LAWEUNG)

Kapolres Pidie, AKBP M Ali Khadafi SIK yang ditanyai Serambi, Minggu (31/7) membenarkan ada dua warga Laweung, yaitu Ramlan dan Agus dibawa ke Mapolda Aceh di Banda Aceh untuk proses pemeriksaan. Keduanya diduga terlibat aksi membakar dan merusak fasilitas proyek pembangunan pabrik semen di Laweung.

“Hasil rekaman di video terlihat keduanya banyak terlibat dalam aksi membakar dan merusak peralatan proyek. Tapi, keduanya belum mengarah kepada tersangka. Pendalaman pemeriksaan terus kita lakukan,” kata Ali Kadhafi. (BACA: LAWEUNG MEMBARA)

Menurut Kapolres Pidie, diboyongnya kedua warga Laweung tersebut ke Polda Aceh agar proses pemeriksaan cepat selesai. Sebab, jika pemeriksaan dilakukan di Polres Pidie nantinya akan datang massa sehingga bisa mengganggu pemeriksaan penyidik. “Untuk saksi lainnya akan kami minta keterangan di Polres Pidie,” kata Ali Kadhafi.

Muhibuddin selaku mantan sekdes Gampong Cot, Kecamatan Muara Tiga, yang ditemui Serambi di Mapolres Pidie dua malam lalu mengatakan, ia bersama masyarakat Desa Cot meminta polisi melepaskan Ramlan dan Agus.

Menurut Muhibuddin, aksi di lokasi proyek pabrik semen tersebut melibatkan massa dalam jumlah besar sehingga terjadi pengrusakan dan pembakaran. “Kalau memang polisi mau mengamankan jangan hanya Ramlan dan Agus tetapi semua harus diproses hukum. Sebab, yang melakukan aksi pembakaran adalah massa,” tandas Muhibuddin.(naz) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id