Zaini Pilih Nasaruddin sebagai Cawagub | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Zaini Pilih Nasaruddin sebagai Cawagub

Zaini Pilih Nasaruddin sebagai Cawagub
Foto Zaini Pilih Nasaruddin sebagai Cawagub

BANDA ACEH – Dokter Zaini Abdulllah akhirnya mengumumkan nama bakal calon wakil gubernur (balon wagub) yang akan mendampinginya pada Pilkada Aceh 2017, yakni Ir Nasaruddin MM yang saat ini menjabat Bupati Aceh Tengah.

Hal itu diumumkan Zaini Abdullah di hadapan tim suksesnya dan para wartawan, Minggu (31/7), di lokasi bekas Hotel Aceh yang berada di samping kiri Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.

Zaini mengatakan, areal bekas Hotel Aceh itu sengaja ia pilih sebagai tempat memperkenalkan cawagub yang akan mendampinginya pada Pilkada Aceh 2017, karena tempat itu sarat sejarah. “Semoga dari tempat ini saya bersama Saudara Nasaruddin dalam pilkada nanti insya Allah bisa terpilih jadi pemenang,” kata Zaini Abdullah yang kini menjabat Gubernur Aceh.

Ia membeberkan beberapa alasan mengapa memilih Nasuruddin sebagai pendampingnya. “Beliau sudah sangat berpengalaman dalam menjalankan pemerintahan. Sudah dua kali menjadi Bupati Aceh Tengah. Orangnya pun santun dan sangat menghormati orang yang lebih tua darinya,” kata Doto Zaini kepada Serambi kemarin.

Zaini juga menyebutkan bahwa pencalonan dirinya kembali sebagai gubernur Aceh, banyak yang mengkritik. Pada usia saat ini (76 tahun -red) ia disarankan netizen lebih baik mundur dari hiruk-pikuk dunia politik, sehingga tidak terkesan haus kekuasaan dan jabatan.

“Kritikan yang muncul di media sosial dan media massa itu saya syukuri secara mendalam, sebagai anugerah dari Allah yang senantiasa memperingatkan hamba-Nya. Tapi, saya teringat seorang teman seperjuangan yang hingga akhir usianya tetap memegang teguh prinsip dan tujuan perjuangan. Orang itu adalah Wali Nanggroe, Teungku Muhammad Hasan Di Tiro,” kata Zaini.

Menurut Zaini, sejak mendeklarasikan Aceh Merdeka di Gunung Halimun, Pidie, 4 Desember 1976 hingga ditandatanganinya kesepakatan damai antara GAM dan Pemerintah RI di Helsinki 15 Agustus 2005, Hasan Tiro tak pernah mundur dari tujuan perjuangannya, menjaga marwah dan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Aceh.

Pada saat kakinya menyentuh kembali tanah yang dibelanya, kenang Zaini, Hasan Tiro bersujud dan berkata, “Saya telah kembali. Sebelum wafat, Wali Nanggroe Tgk Muhammad Hasan Tiro, berpidato di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, beliau jelaskan bahwa biaya perang sangat mahal, tapi biaya merawat perdamaian jauh lebih mahal. Oleh karena itu, kita semua perlu menjaga perdamaian untuk kesejahteraan semua rakyat Aceh.”

Zaini menegaskan, jika jabatan gubernur yang ia dambakan, tentulah ia tak akan berbaris bersama seorang yang keras seperti Wali Nanggroe, Tgk Hasan Tiro.

“Kami bisa saja memilih jalan lain yang lebih aman dan nyaman. Tapi di saat usia tubuh saya masih muda, saya memilih menjadi bagian dari GAM. Perjanjian damai Helsinki sudah kita sepakati dan di sanalah seluruh pijakan perjuangan saya pertaruhkan. Termasuk menjaga amanah sang Wali Nanggroe, untuk menjaga perdamaian. Kekuasaan bagi saya adalah kehormatan menjaga sebuah janji yang dipegang teguh hingga napas terakhir. Dari sanalah seluruh kesungguhan dan perjuangan politik saya tempatkan,” kata Zaini Abdullah.

Zaini menambahkan, sebelum mencalonkan kembali jadi gubernur untuk lima tahun mendatang, ia sudah bertemu dengan sejumlah ulama terkemuka di Aceh. “Saya minta restu dan pendapat, mereka menguatkan saya,” imbuhnya.

Menurutnya, mengejar kekuasaan haruslah seperti azan, bergema lima waktu sehari semalam dari Masjid Raya Baiturrahman sampai ke seluruh wilayah Aceh. “Begitulah kekuasaan, harus kita kejar secara konsisten dan tidak boleh kecewa jika kelak ternyata rakyat tidak lagi menginginkan kita untuk berkuasa.”

Suara azan yang diinginkan Zaini tadi, menurutnya, terdengar sampai ke telinga Nasaruddin, seorang tokoh dari Aceh Tengah. Lalu tergerak hatinya. “Maka atas keikhlasannya, saya sepakat mengikat janji, sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk periode 2017-2022,” tegas Zaini.

Di sisi lain, Ir Nasaruddin mengatakan, ia bersedia diajak Doto Zaini menjadi calon wakilnya pada pilkda mendatang, karena antara kepribadiannya dengan Abu Doto Zaini ada kecocokan.

Kedua, selama mengikuti kepemimpinan Doto Zaini Abdullah yang telah berjalan lebih dari empat tahun, dalam setiap menyampaikan sesuatu, apakah dalam rapat resmi, tidak resmi, dalam berseloroh, maupun bicara dua mata, Nasaruddin mengaku belum pernah mendengar perkataannya yang menyakiti atau menyinggung lawan bicaranya. “Karena itu, beliau patut diteladani,” ujarnya.

Ketiga, program pembangunan yang dikerjakan Zaini selama ini, menurut Nasaruddin, banyak yang memberi manfaat bagi rakyat. Termasuk pembangunan lima rumah sakit regional dan pembukaan jalan tembus di wilayah tengah.

Program yang dijalankan Zaini selama ini, menurut Nasaruddin, benar-benar bertujuan untuk memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat. “Atas dasar beberapa pertimbangan itu, kami menerima pinangan Abu Doto Zaini Abdullah beberapa bulan lalu. Semoga saja, jika kelak Allah mengizinkan kami untuk mempimpin Aceh lima tahun ke depan, bisa akur dan damai sampai habis masa jabatan,” ujar Nasaruddin. (her) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id