Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga

Foto Kawanan Gajah Rusak Tanaman Warga

* Ladang Padi Berada di Lintasan Gajah

SIGLI – Kawanan gajah yang diperkirakan berjumlah 25 ekor, merusak lahan sawah yang telah ditanami, di perbukitan Gampong Meukik, Kecamatan Keumala, Pidie. Akibatnya padi ladang seluas ratusan hektare tak bisa dipanen akibat diinjak gajah.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pidie, Ir H Syarkawi MSi, Rabu (2/3) mengaku bahwa gangguan gajah di wilayah itu tidak pernah tuntas. Beberapa waktu lalu, gajah sudah digiring ke luar dari wilayah perkampungan, menuju ke habitatnya di hutan. “Saat dihalau dari Kecamatan Mila, kawanan gajah itu melewati pegunungan dan balik lagi ke Keumala. Kini kawanan gajah itu masih berada di seputaran bukit Keumala,” jelasnya.

Menurut Syarkawi, tanaman padi yang dirusak gajah ini ditanam di ladang sekitar perbukitan yang merupakan lintasan gajah. Ia pun berharap bantuan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, agar menurunkan petugas untuk menghalau gajah itu ke habitatnya, dan mencari cara agar kawanan gajah tersebut tak kembali ke perkampungan.

Gangguan gajah juga terjadi di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang sudah menjadi langganan gangguan gajah dalam dua tahun terakhir. Kamis kemarin, warga melaporkan, dua ekor gajah liar masuk ke perkebunan warga di gampong tersebut.

Gajah itu datang dari areal perkebunan sawit milik perusahaan swasta yang dipenuhi tumbuhan semak, dan bersebelahan dengan perkebunan warga di gampong setempat.

“Dua ekor gajah itu datang dari perkebunan sawit milik perusahaan swasta yang sudah berkali-kali diingatkan untuk membersihkan areal tersebut, karena menjadi tempat persembuyian gajah,” ungkap Jasman, tokoh masyarakat setempat.

Menurut Jasman, gajah masuk ke perkebunan warga sejak Selasa (2/3) malam, dan hingga saat ini belum keluar dari perkebunan warga. “Gajah itu memakan tanaman sawit, padi, pisang, dan sejumlah tanaman produktif lainnya milik warga setempat,” ujar Jasman.

Untuk mengantisipasi gangguan gajah secara terus menerus, warga pun harus berjaga setiap malam di kebunnya. Warga pun meminta Dishutbun Aceh Timur yang mengelola Conservation Respon Unit (CRU), menurunkan gajah jinak untuk menggiring gajah liar keluar dari areal kebun.(c49) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id