Gugatan Peneken MoU Berlanjut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gugatan Peneken MoU Berlanjut

Foto Gugatan Peneken MoU Berlanjut

BANDA ACEH – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh kembali menggelar sidang gugatan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) terhadap peneken MoU Helsinki di PN setempat, Kamis (28/7). Sidang perdata tersebut beragenda pembacaan gugatan oleh YARA selaku pengugat.

Sidang tersebut kembali digelar setelah gagalnya upaya mediasi. Inti gugatan menyebutkan, gugatan itu diajukan lantaran para peneken MoU belum membentuk Komisi Bersama Penyelesaian Klaim (Join Claims Settlement Commision) sebagaimana diamanahkan dalam perjanjian MoU Helsinki Poin 3.2.6. Gugatan serupa sudah pernah diajukan pada Oktober 2013.

Adapun para peneken MoU Helsinki yang digugat yaitu Gubernur Aceh (tergugat I), Malik Mahmud (tergugat II), Presiden RI (tergugat III), Martti Ahtisaari sebagai mediator perdamaian GAM-RI (tergugat IV), dan DPRA (turut tergugat V).

Tapi yang hadir pada sidang kemarin hanya Gubernur Aceh diwakili kuasa hukumnya, M Nurdin SH, DPRA diwakili kuasa hukumnya, Burhanuddin SH. Sedangkan dari penggugat dihadiri langsung Ketua YARA, Safaruddin SH.

Martti Ahtisaari telah lebih dahulu menyatakan tidak akan mengikuti proses persidangan karena dia merasa tidak terlibat dalam gugatan tersebut. Sementara Presidan dan Malik Mahmud tidak ada alasan.

Pada sidang itu, penggugat tidak membaca lagi isi gugatan dan langsung menyerahkan kepada majelis hakim yang diketuai, Eti Astuti SH MH didampingi hakim anggota, Ngatemin SH MH dan Supriadi SH MH. Setelah itu, hakim menunda sidang pada 4 Agustus 2016.

Usai sidang Safar mengatakan kecewa dengan sikap Malik Mahmud yang tidak menghadiri panggilan majelis hakim. Padahal, Malik Mahmud salah satu pihak yang sangat bertanggungjawab dengan MoU tersebut. “Ini menunjukkan dia tidak serius mengimplementasi butir-butir MoU,” kata Safar.(mas) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id