Laporan dari Prancis, Deny Budiman Sara Pun Menangis | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Laporan dari Prancis, Deny Budiman Sara Pun Menangis

Foto Laporan dari Prancis, Deny Budiman Sara Pun Menangis

“HOLA, dukung Spanyol atau Italia?” pertanyaan itu langsung dilontarkan seorang perempuan berkostum Spanyol saat ia duduk di sebelah saya di Stade de France, Saint Denis, Senin (27/6) waktu setempat.

Karena saya duduk di aceh.Uri.co.id yang mayoritas pendukung Spanyol, saya pun bilang bahwa saya penggemar La Furia Roja. Sara, nama perempuan tadi tersenyum lebar. Kemudian ia mengeluarkan cat muka dari tasnya. “Saya warnai muka Anda ya,” ujarnya yang tanpa permisi langsung mencoretkan warna bendera Spanyol, merah dan kuning, di kedua pipi saya.

Sara yang berasal dari Madrid ini datang bersama keluarganya —ayah, dan seorang adik lelaki. Ia terlihat begitu bersemangat, dan energik. Sebelum laga dimulai dengan khusuk ia mencium bendera Spanyol yang sengaja dibawanya.

Saat lagu kebangsaan Spanyol, Marcha Real dikumandangkan, ia pun berdiri bersama ribuan pendukung tim Matador lainnya, dan ikut menyanyikannya bersama-sama. Marcha Real ini resminya hanya instrumen, tanpa lirik. Tapi belakangan mulai ditambahi lirik, seperti saat di Stade de France kemarin.

Begitu laga bergulir, Sara pun sibuk berteriak-teriak dalam bahasa Spanyol, lebih heboh dari seorang komentator. Kalimatnya cepat, dan panjang. Berisik sekali. Kalimat yang bisa saya tangkap hanyalah “Iniesta, Iniesta, Ramos, Ramos!”

Perempuan cantik berambut hitam sebahu ini semakin sibuk ketika aksi serangan balik pasukan Azzurri beberapa kali mengancam gawang tim Matador di babak pertama. Sembari berdiri, tangannya menunjuk ke sana-kemari, mirip pelatih memberi instruksi. Ayahnya, dan adiknya yang duduk di sebelah, juga tak kalah sibuknya.

Ketika Giorgio Chiellini membobol gawang Kiper David de Gea menit ke-33, Sara, bersama ribuan pendukung Spanyol lainnya pun terduduk lemas. Ia kemudian mengambil rokok untuk menenangkan kegelisahan. Dua batang rokok diisapnya sampai babak pertama berakhir. Saat jeda, Sara pindah tempat duduk di belakang saya yang kebetulan tiga kursinya kosong. Mungkin agar ia lebih leluasa bergerak ke sana-kemarin.

Babak kedua, Spanyol mendapat beberapa peluang. Sundulan Alvaro Morata di menit awal babak kedua misalnya, yang sayangnya masih bisa dipatahkan penampilan gemilang Kiper Gianluigi Buffon. Demikian juga dengan tendangan Bek Gerrad Pique beberapa menit kemudian yang lagi-lagi bisa diblok oleh Buffon.

Menit ke-89, sebuah peluang emas tercipta saat Pique berada dalam posisi bagus di depan gawang, menerima umpan tendangan bebas dari Cesc Fabregas. Para pendukung Spanyol menunggu momen menegangkan itu dengan penuh harap. Mereka sadar, itu mungkin akan jadi peluang terakhir untuk bisa menyamakan kedudukan.

Sayang, tendangan bek Barcelona ini masih terlalu lemah hingga bisa diamankan oleh Buffon. Para pendukung Spanyol pun melepaskan kekecewaan mereka dengan berteriak-teriak. Tapi puncak kekecewaan terjadi di menit ke-91 setelah lewat serangan balik, Italia menambah keunggulan lewat gol Graziano Pelle memanfaatkan umpan Matteo Darmian. Stadion pun ingar-bingar dengan teriakan kegirangan para tifosi Italia.

Sedang pendukung Spanyol lemas terduduk. Sara tampak sangat terpukul. Ia menutup mulutnya dengan tangan sebelah kiri. Terpekur sendirian dalam kesedihan. Matanya berkaca-kaca, dan ia sempat menyeka air mata sebelum kemudian langsung beringsut keluar meninggalkan stadion bersama keluarganya, padahal laga masih berlangsung sekitar dua menit lagi.

Pablo, pendukung Spanyol lainnya, juga tampak sangat kecewa. Sampai lima menit setelah bubaran ia masih terduduk di kursi menatap ke lapangan, dimana para pemain Italia sibuk melakukan selebrasi kemenangan. “Sulit dipercaya, tapi memang Italia bermain lebih rapi dan terorganisir. Selamat untuk Italia,” ujarnya.

Bagi Azzurri, kemenangan ini menjadi pelampiasan dendam setelah di final Piala Eropa 2012 lalu mereka digulung Spanyol 0-4. Selanjutnya, di babak perempatfinal, skuat asuhan Antonio Conte ini akan menantang juara Piala Dunia 2014, Jerman di di Nouveau Stade de Bordeaux, Minggu (3/7) dinihari WIB.(aceh.Uri.co.idnews/den) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id