Mahasiswa Kecam DPRA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa Kecam DPRA

Mahasiswa Kecam DPRA
Foto Mahasiswa Kecam DPRA

* Soal Kunker ke Luar Negeri

* Pengamat: Tak Ada yang Bisa Hambat Berahi Pak Dewan

BANDA ACEH – Aktivis mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah mengecam anggota DPRA yang akan kunjungan kerja (kunker) ke lima negara di empat benua pada Agustus nanti. Mahasiswa juga mendesak pimpinan DPRA untuk membatalkan program kunker yang dinilai menghambur-hamburkan uang rakyat.

Aksi aktivis BEM Unsyiah ke gedung DPRA, Banda Aceh berlangsung Senin (25/7). Amatan Serambi, belasan mahasiswa yang menamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa Aceh mendatangi gedung DPRA sekira pukul 11.00 WIB. Mereka langsung berorasi secara bergantian di depan pintu utama gedung DPRA.

Presiden Mahasiswa Unsyiah, Hasrizal dalam orasinya mengatakan, perjalanan dinas ke luar negeri yang memboyong lima komisi di DPRA hanya kegiatan jalan-jalan atau tamasya. Menurut Hasrizal, kegiatan itu hanya sebuah program tahunan yang dibungkus dengan istilah kunjungan kerja oleh anggota DPRA. “Ini hanya program tamasya yang dibalut dengan istilah kunjungan kerja. Lihat saja kawan-kawan, anggaran yang diplotkan untuk kunker itu mencapai tiga hingga empat miliar, luar biasa Pak Dewan terhormat kita bukan,” teriak Hasrizal.

Mahasiswa mengklaim, kunker tersebut pasti akan berakhir sia-sia dan tidak ada implikasi apapun untuk kepentingan masyarakat dan daerah. Sama seperti tahun sebelumnya, beberapa anggota DPRA juga melakukan kunker, namun hingga saat ini masyarakat tidak pernah tahu apa yang dibawa pulang anggota DPRA dari negara yang dikunjungi tersebut. “Uang miliaran rupiah dihabiskan untuk kegiatan jalan dan tidak ada hasil apapun. Kalau mau tamasya pakai uang sendiri saja,” sebutnya.

Menurut mahasiswa, alasan anggota DPRAkunker ke luar negeri itu juga tidak masuk akal. Hasrizal mencontohkan Komisi I yang berangkat ke Amerika Serikat untuk menhadiri undangan seminar politik dan hukum salah satu kampus di sana. “Undangannya untuk seminar, ini lucu. Padahal, Amerika menganut hukum common law, sedangkan Indonesia menganut civil law, jadi untuk apa ke sana, cari pokemon?,” ledeknya.

Dengan mengagendakan dan menganggarkan dana miliaran rupiah untuk program kunker ke lima negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Swiss, Spanyol, dan Maroko, seyogyanya DPRA telah memamerkan wajah buruk mereka kepada masyarakat Aceh. Menurut mahasiwa, kunker ke luar negeri itu sangat melukai hati masyarakat Aceh yang saat ini masih dalam garis kemiskinan, pengangguran, dan juga putus sekolah.

“Oleh sebab itu, kami mendesak pimpinan DPRA untuk segera membatalkan program kunker ke luar negeri ini, batalkan. Kita juga meminta DPRA untuk mempertanggungjawabkan hasil kunker ke luar negeri sebelumnya, serta mendesak DPRA untuk menganggarkan untuk program prorakyat,” sebut Hasrizal.

Amatan Serambi kemarin, mahasiswa memaksa masuk ke halaman gedung DPRA dengan mendobrak dan menggoyang pintu utama setelah berorasi kurang lebih satu jam di luar gedung. Polisi yang mengawal ketat aksi mahasiswa itu tetap tidak mengizinkan masuk mahasiswa. Mahasiswa baru diizinkan masuk ke dalam setelah Ketua DPRA, Tgk Muharuddin bersama dua wakil, Irwan Djohan dan Dalimi SE bersedia menemui mereka di lobi gedung DPRA.

Mahasiswa kemudian meminta klarifikasi kepada Tgk Muharuddin terkait kunker tersebut. Tak hanya itu, mahasiswa juga menyodorkan tiga lembar surat kepada pimpinan DPRA, surat itu merupakan surat pernyataan tidak ikut serta dalam kunker ke luar negeri yang dilaksanakan DPRA tahun 2016. Surat itu ditandatangani oleh Tgk Muharuddin dan Irwan Djohan di hadapan para mahasiswa.

Sumber-sumber dari kalangan pengamat memastikan program jalan-jalan Pak Dewan itu tetap terlaksana meski kecaman dan hujatan mengalir deras.

“Mereka sudah kebal dengan caci maki. Kalau bahasa adik-adik mahasiswa mereka sudah buta tuli. Mereka membiarkan saja caci maki dan hujatan itu karena mereka berkeyakinan akan reda dengan sendirinya. Tak ada yang bisa menghambat berahi Pak Dewan ke luar negeri,” ujar seorang warga Banda Aceh yang mengaku semakin tertarik mengamati tingkah polah anggota Dewan.(dan/nas) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id