Persiraja Kembali Telan Kekalahan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Persiraja Kembali Telan Kekalahan

Persiraja Kembali Telan Kekalahan
Foto Persiraja Kembali Telan Kekalahan

MEDAN – Persiraja Banda Aceh meraih hasil buruk kala bertandang ke markas PSMS Medan dalam lanjutan turnamen Indonesia Soccer Chanmpionship (ISC) Serie B, Sabtu (23/7) petang. Sempat unggul cepat melalui Fani Aulia, pasukan Lantak Laju dipaksa takluk 1-3.

Bagi pasukan Akhyar Ilyas, ini merupakan kekalahan kedua setelah sebelumnya juga ditumbangkan tuan rumah PSBL Langsa 3-2 di partai terakhir putaran pertama. Kini, mereka kembali menelan kekalahan mengawali putaran kedua. Hasil ini membuat nilai yang dikumpulkan Persiraja dan PSMS menjadi sama-sama 13. Tapi Persiraja masih berhak menjadi penguasa klasemen karena koleksi gol yang lebih baik.

Persiraja mengawali pertandingan dengan baik karena mampu menguasai bola dan mendikte lawannya. Faumi Syahreza yang menjadi gelandang tengah memerankan fungsinya dengan taktis sehingga alur bola cukup intens ke lini pertahanan PSMS. Kuatret yang menjadi tembok pertahanan Persiraja juga bekerja baik. Kokohnya barisan pertahanan ini membuat serangan PSMS yang dimotori Donny F Siregar sangat jarang mengganggu Aulia Rachmat di bawah mistar.

Permainan apik ini akhirnya membuahkan hasil ketika pertandingan baru memasuki menit ke 11. Kemelut di mulut gawang PSMS berhasil dimaksimalkan Fani Aulia dengan sempurna. Tendangn voli kaki kirinya meluncur deras ke gawang yang PSMS yang dijaga Yuda Andika.

Gol yang merubah skor 1-0 ini langsung membungkam publik Teladan sekaligus melemahkan semangat bermain PSMS. Skuad Ayam Kinantan acap kali menendang bola secara serampangan yang berujung buntunya daya serang mereka.

Di sinilah terlihat kejelian pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning yang langsung menarik Jeki Pasarela untuk digantikan pada striker baru mereka, Niko Malau. Pergantian di menit 16 ini, cukup ampuh merubah irama pertandingan karena kendali permainan langsung diambil alih anak-anak Medan. Setelah beberapa kali menciptakan peluang emas, PSMS akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit 45 melalui Williyando.

Dalam pertandingan ini PSMS membuktikan janjinya utuk menerapkan permainan rap-rap yang dikenal keras. Taktik ini membuat sejumlah pemain Persiraja tumbang di lapangan akibat terjangan pemain lawan. Striker Fahriza Dillah merupakan sosok yang paling sering dihantam pemain PSMS. Setidaknya pemain jangkung ini tiga kali ditandu ke luar lapangan.

Padahal Fahrizal bermain cukup baik dan sesekali menunjukkan skillnya dalam mengontrol kulit bundar. Pemain bernomor punggung 27 ini sempat nyaris menciptakan gol bila tendangan keras hasilnya umpan lambung dari lapangan tengah tidak membentur tiang.

Skenario yang diperagakan PSMS ini belakangan meruntuhkan semangat juang Persiraja, sehingga pada babak kedua mereka kebobolan dua gol hasil kreasi Imam Bagus Kurnia. Dua gol yang diciptakan Imam ini berkat kejelian Niko Malau yang beberapa kali merepotkan benteng pertahanan Persiraja.

Pelatih Persiraja, Akhyar Ilayas menilai kekalahan timnya akibat faktor nonteknis. Ia menilai konsentrasi pemainnya menurun akibat kepemimpinan wasit yang tidak tegas. Ia menyesalkan sikap Annas Apriliandi yang memimpin pertandingan itu yang terkesan menutup mata atas pelanggaran yang dilakukan pemain PSMS. “Kalau pertandingan cukup berimbang. Saya apresiasi pemain saya karena sudah berjuang keras,” katanya.

Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning tidak menampik kalau sejak awal menginstruksikan anak asuhnya bermain keras. Tapi ia menilai apa yang diperagakan pemainnya masih dalam batas sportivitas. Diakuinya ada perlakuan khusus terhadap Fahrizal Dillah karena dianggap sebagai striker berbahaya. “Kita memang instruksikan keras biar lawan tak leluasa,” tuturnya.(mad) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id