BREAKING NEWS: PN Sabang Segel Bank Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

BREAKING NEWS: PN Sabang Segel Bank Aceh

  • Reporter:
  • Kamis, Maret 3, 2016
Foto BREAKING NEWS: PN Sabang Segel Bank Aceh

aceh.Uri.co.id,SABANG –Pengadilan Negeri (PN) Sabang, Kamis (3/3/2016) siang menyegel Bank Aceh Cabang Kota Sabang.

Penyegelan dan penyitaan aset itu sehubungan dengan telah berakhirnya batas waktu yang diberikan pihak PN kepada Bank Aceh tentang pengembalian tabungan pokok nasabah beserta bunganya sesuai dengan putusan Mahkamah Agung (MA).

Amatan aceh.Uri.co.id, prosesi penyegelan Bank Aceh kantor Cabang Kota Sabang, itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Penyegelan itu dilakukan oleh juru sita PN Sabang, Haris Silaban.

Penyegelan atau penyitaan aset Bank Aceh Kantor Cabang Sabang yang mendapat pengamanan pihak kepolisian itu ikut disaksikan oleh penggugat (nasabah Bank Aceh), Syarifah Nurhayati bersama kuasa hukumnya penggugat Syamsul Rizal SH, Sekretaris Bank Aceh, Amal Hasan, serta belasan karyawati usaha dodol jahe.

Sebelum penyegelan bangunan gedung dua pintu berlantai dua di Jalan Perdagangan, Gampong Kota Barat, Kecamatan Suka Karya, Sabang itu terlebih dahulu juru sita membacakan berita acara penetapan sita eksekusi di ruang kerja Pimpinan Bank Aceh Cabang Sabang yang dilanjutkan dengan penandatangan berita acara oleh juri sita, saksi, kepala desa setempat, dan termohon eksekusi (tereksekusi).

Kuasa hukum penggugat, Syamsul Rizal SH disela-sela pelaksanaan sita eksekusi penyegelan Kantor Bank Aceh itu, kepada aceh.Uri.co.id mengatakan, pada tahun 2012 pihaknya mendaftar guguatan ke PN Sabang untuk menghukum Bank Aceh Cabang Sabang dan Bank Aceh pusat untuk membayar ketiga tabungannya senilai sebesar Rp 3.070.000.000 beserta bunga 6 persen pertahun sejak 5 Januari 2009 sampai dengan putusan itu dilaksanakan.

Dalam persidangan tersebut, PN Sabang mengabulkan permohonan penggugat. Selanjutnya Bank Aceh banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Pengadilan Tinggi Banda Aceh pada tanggal 27 Agustus 2013 menguatkan putusan PN Sabang.

Berdasarkan putusan PT Banda Aceh tersebut, tergugat (terbanding) mengajukan permohonan Kasasi. Oleh Mahkamah Agung pada tanggal 24 Juni 2014 perkara Reg No 394 K/PDT/2014 telah memberikan putusan dengan amar menolak permohonan Kasasi dari pemohonan (Kepala Bank Aceh Cabang Sabang dan 2 Direktur Utama Bank Aceh, dengan menghukum para pemohon untuk membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi sebesar Rp 500.000.

Berdasarkan putusan Kasasi yang telah memperoleh kekuatan hukum tersebut, maka penggugat memohon kepada Ketua PN Sabang untuk segera mengeksekusi putusan PN Sabang yang telah berkekuatan hukum tetap tersebut.
“Penyegelan itu merupakan upaya hukum yang dilaksanakan dilaksanakan letakan sita eksekusi yang selanjutnya akan dilakukan perintah pengosongan yang kemudian pelelangan.

Hasil pelelangan akan diserahkan oleh PN kepada penggugat sebagai pembayaran uang penggugat yang ada di Bank Aceh. Kami sebagai penggugat sudah menyerahkan segala permasalahan itu ke pihak PN. Apapun langkah-langkah eksekusi itu secara hukum akan dilakukan oleh pengadilan, kapan dan waktunnya itu ada tatacara dalam hukum acara,”katanya. (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id