Pasukan Elite Pengawal Presiden Turki akan Dibubarkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pasukan Elite Pengawal Presiden Turki akan Dibubarkan

Pasukan Elite Pengawal Presiden Turki akan Dibubarkan
Foto Pasukan Elite Pengawal Presiden Turki akan Dibubarkan

aceh.Uri.co.id – Pasukan elite pengawal presiden akan dibubarkan setelah hampir 300 anggotanya ditahan setelah upaya kudeta yang gagal pekan lalu.

Perdana Menteri Binali Yildirim menyampaikan pada sebuah saluran TV bahwa resimen tersebut “tidak dibutuhkan”.

Sebelumnya, Turki menahan keponakan laki-laki dari ulama Fethullah Gulen yang berbasis di Amerika Serikat, yang mereka tuduh berada di balik kudeta. Gullen membantah keras klaim tersebut.

Penasihat utama Gulen juga sudah ditahan, menurut pejabat kepresidenan.

Presiden Recep Tayyip Erdogan tengah melancarkan penahanan besar-besaran setelah upaya kudeta, menahan ribuan tentara dan memecat atau menskors ribuan pejabat pemerintah, guru sekolah dan rektor.

Status darurat negara diberlakukan pada Rabu lalu, sehingga presiden dan kabinet bisa melewati parlemen dalam mengesahkan undang-undang baru dan membatasi atau menahan hak dan kebebasan.

“Tidak akan ada lagi pengawalan presiden, buat apa, tak ada kebutuhannya,” kata Yildirim pada saluran televisi A Haber.

Jumlah pengawal presiden mencapai 2.500 tentara, tapi sedikitnya 283 orang ditahan setelah percobaan kudeta.

Fethullah Gulen, yang dulunya adalah sekutu Erdogan tapi kemudian bersengketa, meminta pemerintah AS untuk menghambat upaya Turki untuk mengekstradisinya.

Kantor berita Anadolu melaporkan bahwa keponakan Gulen, Muhammet Sait Gulen, ditahan di kota Erzurum di timur laut Turki, dan dibawa ke ibu kota Ankara untuk dimintai keterangan.

Pejabat kepresidenan yang dikutip Reuters mengatakan bahwa Halis Hanci, yang disebut tangan kanan Fethullah Gulen, sudah “ditangkap”.

Pejabat tersebut mengatakan Hanci berusaha memasuki Turki dua hari sebelum percobaan kudeta.

Sebelumnya, pada Sabtu, Erdogan memperpanjang masa penahanan selama 30 hari, tanpa dakwaan.(BBC Indonesia) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id