Tindakan Algojo Sesuai Aturan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tindakan Algojo Sesuai Aturan

Foto Tindakan Algojo Sesuai Aturan

BANDA ACEH – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) Banda Aceh sebagai pelaksana hukuman cambuk terhadap 18 orang terpidana jarimah maisir, khamar, dan khalwat pada Selasa (1/2) lalu menilai, eksekusi yang berlangsung di halaman Meunasah Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh itu sudah berjalan sesuai aturan.

Sebagaimana diberitakan kemarin, pelaksanaan uqubat (hukuman) cambuk kepada pelaku khalwat (mesum), khamar (minuman keras), dan maisir (judi) itu sempat dikoreksi oleh jaksa yang menganggap algojo (eksekutor) keliru melakukan pencambukan dan meminta eksekusi diulangi.

Tapi Raby (2/3) kemarin, Kepala Seksi Penegakan Peraturan Perundang-undangan dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Banda Aceh, Evendi A Latief, mengatakan, algojo telah melakukan tugasnya sesuai ketentuan yang ada, yaitu tertuang dalam Qanun Aceh. “Apa yang dilakukan algojo kami sudah sesuai ketentuan, yaitu Hukum Acara Jinayat dalam Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013,” kata dia seraya menyebut tata cara pencambukan dimuat pada Pasal 264 qanun tersebut.

Dia tambahkan, pada Pasal 264 tertulis bahwa pencambuk dibenarkan membuat kuda-kuda serta menekuk tangan saat mencambuk. “Jarak antara kaki kanan dan kiri maksimal 50 cm. Dan tangan algojo boleh menekuk,” jelas dia.

Menurut Evendi, alasan jaksa menghentikan eksekusi rancu, sebab tindakan tersebut sudah sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2013. “Saya menduga jaksa masih berpedoman pada Pergub Tahun 2003 tentang Pemodan Uqubat Cambuk. Sedangkan pergub itu otomatis tidak berlaku lagi sejak adanya qanun,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan kemarin, sebanyak 18 orang terpidana kasus khalwat, khamar, dan maisir dihukum cambuk sebanyak 320 kali di halaman Meunasah Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (1/3).

Eksekusi terhadap beberapa terpidana sempat terganggu, sebab jaksa menilai pelaksanaan cambuk tak sesuai ketentuan. Tampak salah seorang jaksa mendekati sang algojo dan memberikan arahan tata cara mengayunkan cemeti yang benar. Ada dua algolo yang melakukan eksekusi hari itu, namun hanya satu yang ditegur jaksa karena dinilai melakukan gerakan yang tidak seharusnya.

Eksekusi itu dihadiri oleh banyak pejabat Pemko Banda Aceh, termasuk Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal SE yang terlihat sedih, bahkan menyekakan tisu ke matanya yang basah, saat eksekusi itu berlangsung. (fit)

SERAMBI TOPIK lihat di www.serambinewstv.com :


(uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id