Siswa Galang Dana untuk Bocah Mendadak Jadi Dewasa | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Siswa Galang Dana untuk Bocah Mendadak Jadi Dewasa

Foto Siswa Galang Dana untuk Bocah Mendadak Jadi Dewasa

* Butuh Rp 30 Juta untuk Berobat ke Singapura

MEULABOH – Para iswa dan alumni Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Meureubo, Aceh Barat, Jumat (22/7) sore mengalang dana di Bundaran Pelor, Meulaboh. Dana yang dikumpulkan tersebut akan disumbangkan untuk Muhajir Luthfi, bocah lima tahun warga Desa Simpang, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat yang menderita kelebihan hormon tulang.

Selain turun ke jalan, pengalangan dana yang dilakukan selama dua hari tersebut juga dilakukan sejumlah toko. “Penggalangan dana ini kita lakukan untuk kemanusian. Dari keterangan keluarga telah banyak biaya dikeluarkan selama pengobatan baik di Aceh Barat maupun ketika dibawa ke Banda Aceh yakni biaya perjalanan dan biaya selama di Banda Aceh,” kata Rahmad Ozer, koordinator aksi pengalangan dana kepada wartawan kemarin. Menurut perkirakan butuh biaya sebesar Rp 30 juta untuk membawa Muhajir Luthfi ke negara Singapura menjalani pengobatan.

Menurut Rahmad, sejauh ini belum ada pihak yang memberi bantuan. Ia berharap baik pemerintah atau pihak siapapun dapat membantu bocah dari keluarga miskin ini. Apalagi dari keterangan keluarga bahwa hasil pemeriksaan medis, bocah ini harus dibawa ke Singapura karena yang dapat mengobati hanya rumah sakit di negera itu. “Sudah setahun bocah itu tergantung dengan obat. Kalau tidak minum obat maka dampaknya berewokan,” katanya.                                                                                                               
Menjadi dewasa
Sementara itu keluarga mengatakan, saat ini bocah tersebut duduk menjalani pendidikan di taman kanak-kanak dan seketika berubah menjadi dewasa. Wajah anak dari pasangan Azhar Daud (44) dan Nilawati (33) itu ditumbuhi kumis dan jenggot. Di organ tubuhnya telah ditumbuhi bulu kemaluan. Bahkan, alat vital bocah itu juga tampak seperti telah dikhitan (sunat). “Awalnya, kami tidak merasakan adanya perubahan pada Muzakir. Namun sejak setahun lalu, suaranya dari anak-anak langsung berubah menjadi suara serak,” kata Azhar kepada sejumlah wartawan Minggu lalu dikediamannya di Desa Simpang Kaway XVI.

Orang tua Muzakir mengira perubahan bentuk suara itu disebabkan sang anak pilek dan batuk. Setelah mengetahui Muzakir ditumbuhi kumis dan berewokan, serta kondisi badannya terus besar dan tinggi mereka menjadi heran. Karena khawatir, Muzakir berobat ke dokter spesialis di Aceh Barat hingga ke RS Zainal Abidin Banda Aceh. Dari diagnosa dokter, Muzakir mengalami kelainan hormon yang belum dapat ditangani di Aceh.

“Kata dokter, anak saya positif menderita kelebihan hormon tulang. Sekarang saya harus bawa anak setiap bulan ke RSUZA dan ditangani oleh dokter spesialis hormon. Kalau tidak saya bawa berobat setiap bulan, kumis, berewokan, dan bulu-bulu terus tumbuh dan semakin panjang,” katanya.

Azhar pun kini mulai terasa berat. Petani ini mengaku sudah kekurangan biaya untuk mengobati kelainan anaknya. Untuk membawa anaknya berobat ke Banda Aceh, Azhar harus merogoh kocek Rp 3 juta. “Di RSUZA memang gratis. Tapi di laboratorium milik swasta, biayanya harus kami bayar. Sekarang saya tak lagi punya apa-apa untuk dijual,” kata Azhar seraya berharap anaknya bisa kembali pulih dan normal seperti anak-anak di bangku TK.(riz)

Baca Juga:

Hah! Bocah di Aceh Barat Berubah jadi Pria Dewasa
(uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id