‘Proses Ini Sudah Final’ | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

‘Proses Ini Sudah Final’

Foto ‘Proses Ini Sudah Final’

BANDA ACEH – H Khalili SH, kader Partai Aceh yang telah ditetapkan Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) sebagai bakal calon bupati (balonbup) Bireuen periode 2017-2022 menanggapi dengan tenang aksi ratusan anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Batee Iliek yang memprotes penetapan namanya sebagai balonbup yang diusung DPA PA.

“Ya, itu hak teman-teman untuk menyampaikan aspirasinya. Tapi sebetulnya persoalan ini sudah final. Saya sudah bertemu Mualem dan sudah ditegaskannya bahwa keputusan DPA PA mengenai pencalonan di Bireuen tak akan berubah lagi,” kata Khalili saat menghubungi Serambi, Rabu (20/7) menjelang pukul 24.00 WIB.

Saat itu dia mengaku ditemani Kautsar SHI, Ketua Fraksi PA di DPRA, bertemu Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh. Pada saat itulah, menurut Khalili, Mualem sebagai Ketua Umum DPA PA menegaskan bahwa PA hanya mengusung Khalili sebagai balonbup Bireuen pada Pilkada Bireuen tahun 2017. “Nah, ini yang saya maksud sudah final,” imbuh Khalili.

Beberapa jam sebelum Khalili menghubungi Serambi, sempat beredar kabar di Bireuen dan Banda Aceh bahwa DPA PA akan menyerahkan finalisasi pencalonan bupati dari PA di Bireuen kepada mekanisme internal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PA Bireuen. Kabarnya, DPW PA akan melakukan voting siapa kandidat yang paling banyak mendapat dukungan antara Khalili dan Ruslan M Daud (bupati saat ini) untuk maju pada pilkada tahun depan.

Tapi ternyata, isu tentang voting di internal DPW PA Bireuen itu terbantahkan setelah Khalili yang didampingi Kautsar SHI bertemu Mualem dan memberi tahu Serambi apa hasil pertemuan penting itu.

Sementara itu, hingga tadi malam situasi di Kantor DPW PA Bireuen yang berada di Desa Meunasah Blang Kota Juang sangat lengang. Tidak seperti Rabu sore saat puluhan hingga ratusan kader KPA Batee Iliek mendatangi kantor itu untuk memprotes dukungan DPA PA kepada Khalili. Sebaliknya, mereka tetap mendukung Ruslan.

Upaya Serambi sejak kemarin sore dan tadi malam menghubungi Ruslan via hpnya tidak berhasil. Ia dikabarkan sedang berada di Jakarta.

Sementara itu, Anggota DPRK Bireuen dari Fraksi Partai Aceh, Rusyidi Mukhtar yang akrab disapa Ceulangik, mengatakan, kedatangannya ke Kantor DPW PA di Desa Meunasah Blang Bireuen, Rabu (20/7) sore, bukan untuk menolak Khalili SH, sebagaimana dilakukan Anggota KPA Wilayah Batee Iliek.

“Saya hanya memantau dan melihat rekan-rekan anggota KPA agar tidak anarkis. Saya juga sempat bertemu dengan wartawan Serambi, setelah itu langsung pulang,” kata Rusyidi, Kamis (21/7), menanggapi pemberitaan di koran ini kemarin yang ikut menyebut namanya bahwa Anggota KPA Wlayah Batee Iliek menolak Khalili sebagai balonbup Bireuen yang telah ditetapkan DPA PA.

“Saya datang ke Kantor DPW-PA Bireuen bukan untuk menolak Haji Khalili yang telah dipilih oleh Ketua DPP PA Muzakir Manaf, bahkan saya tidak masuk ke Kantor DPW-PA Bireuen saat itu,” katanya.

Rusyidi mempertegas bahwa dirinya mendukung siapa pun calon bupati Bireuen dari Partai Aceh yang ditunjuk atau dipilih pimpinan Partai Aceh. “Saya mendukung siapa saja calon Bupati Bireuen yang diusung Partai Aceh untuk maju pada Pilkada 2017,” demikian Rusyidi.

Sementara itu, Ketua DPW-PA Bireuen, Tgk Darwis Jeunieb, hingga pukul 21.00 WIB tadi malam belum bisa dikonfirmasi terkait sikap Anggota KPA Wilayah Batee Iliek yang menolak Khalili sebagai balonbup Bireuen periode 2017-2022 yang diusung Ketua DPA PA.

Dari Blangpidie dilaporkan, Wakil Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah 013 Blangpidie, Tgk Tarzani yang didampingi pengurus KPA menyatakan dukungannya kepada pengurus Musyawarah Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) setempat. MUNA menolak Erwanto MA sebagai balonbup Abdya yang didukung DPA PA karena penetapan namanya tak didahului dengan musyawarah.

“Sesuai janji perjuangan dulu, suatu saat perjuangan ini akan diserahkan kembali kepada ulama. Saat ada persoalan seperti ini, maka kita serahkan kepada ulama. Kami sangat mendukung langkah MUNA Abdya tersebut,” ujar Tarzani.

Juru Penerangan KPA/PA Abdya, TR Kamaruddin juga mendukung langkah MUNA Abdya yang menolak penetapan Erwanto sebagai calon bupati Abdya dari PA. Soalnya, penetapan Erwanto tidak melibatkan pengurus PA dan tidak didahului dengan musyawarah.

“Apa pun ceritanya, kalau tidak melalui musyawarah, pasti tidak baik. Kalau hasil musyawarah, apa pun hasilnya akan kita jalankan. Siapa pun yang terpilih akan kami dukung. Cangguk (katak -red) pun terpilih dalam musyawarah, akan kami dukung. Sesuai ajaran Islam, kita harus bermsuyawarah,” imbuh TR Kamaruddin. (dik/c38/(c50) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id