Kantor Keuangan Aceh Digeledah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kantor Keuangan Aceh Digeledah

Foto Kantor Keuangan Aceh Digeledah

* Libatkan 20 Penyidik Kejati Aceh

BANDA ACEH – Sebanyak 20 penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Rabu (2/3) menggeledah tiga ruang kerja di Dinas Keuangan Aceh (DKA). Pengeledahan itu sebagai bentuk pengembangan kasus dugaan korupsi bobolnya kas daerah Rp 22 miliar tahun pada 2010-2011 saat Kepala DKA dijabat Drs Paradis MSi.

Amatan Serambi, tim tiba di kantor yang sebelumnya bernama Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aceh (DPKKA) itu sekitar pukul 09.30 WIB. Mengenakan rompi warna hitam merah, penyidik langsung mengeledah tiga ruang kerja yaitu ruang kepala dinas, ruang Bidang Perbendaharaan, dan ruang Bidang Akuntansi.

Kasi Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Aceh, Satria Abdi SH MH kepada Serambi mengatakan, dari penggeledahan tersebut, pihaknya berhasil menyita beberapa dokumen dan Central Processing Unit (CPU) komputer.

Seperti diketahui, Kejati Aceh sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu sejak Februari 2015. Mereka adalah mantan kadis DPKKA, Paradis selaku Bendahara Umum Aceh (BUA), Hidayat selaku kuasa BUA, dan Mukhtaruddin selaku staf kuasa BUA.

Kasus itu berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh yang dicatatkan dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) 2012 bahwa terjadi kekurangan kas Aceh Rp 33 miliar lebih. Kemudian, BPK meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh menelusuri bobolnya kas ini.

Hasilnya, kas Aceh saat itu memang terjadi kekurangan Rp 33 miliar lebih. Tapi, DPKKA sudah mengembalikan kekurangan anggaran 2011 sebesar Rp 8 miliar. Sedangkan kekurangan kas Rp 2 miliar pada 2011 ternyata keliru karena hanya kesalahan pencatatan.

Kemudian, Kajati mengungkapkan sisa kekurangan Rp 22 miliar lebih dari anggaran di bawah 2010 yang ditutupi DPKKA menggunakan dana migas. Karena itu indikasi kerugian negara Rp 22 miliar lebih dari dana migas yang dipergunakan tidak untuk semestinya.

Setelah di DKA, penyidik Kejati Aceh juga menggeledah rumah ketiga tersangka. Rumah pertama yang didatangi adalah rumah an Paradis di Gampong Pineung, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, disusul rumah Hidayat di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, dan rumah Mukhtaruddin di Gampong Tanjong, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

Saat mendatangi ketiga rumah tersangka, penyidik turut mengajak kepala dusun setempat sebagai pendamping. Selama menggeledah, lanjut Satria, pihaknya tak menemukan kendala dan pemilik rumah bersikap kooperatif. Dari ketiga rumah itu, penyidik menyita beberapa dokumen yang terkait kasus yang sedang ditangani.

Ditambahkan, penggeledahan itu dilakukan sebagai upaya percepatan penyelesaian perkara yang sedang ditangani pihaknya. Pengeledahan itu selesai sekitar 19.30 WIB. “Jadi, kita mencari dokumen karena kejadiannya sudah lama yaitu tahun 2010 sampai 2011. Alhamdulillah, hari ini kita sudah dapatkan beberapa dokumen,” katanya.(mas) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id