DPRA Surati Yayasan Miss Indonesia | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

DPRA Surati Yayasan Miss Indonesia

Foto DPRA Surati Yayasan Miss Indonesia

* Terkait KontesMiss Indonesia 2016

BANDA ACEH -Ketua DPRA Tgk Muharuddin melayangkan surat kepada Ketua Yayasan Miss Indonesia dan Menteri Pariwisata RI, tertanggal 1 Maret 2016. Surat ini terkait sikap seorang peserta KontesMiss Indonesia bernama Flavia Celly Jatmiko, yang mengaku mewakili peserta KontesMiss Indonesia dari Provinsi Aceh.

“Flavia Celly Jatmiko, bukan penduduk Aceh dan tidak bertalian darah dengan penduduk Aceh, karena yang bersangkutan lahir di Surabaya, 10 Agustus 1994, ayah kandungnya berasal dari Kediri Jawa Timur dan Ibunya berasal dari Surabaya,” kata Muharuddin, dalam surat protesnya tersebut.

Dikatakan, kepesertaan Flavia Celly Jatmiko sebagai peserta KontesMiss Indonesia tidak pernah mendapat izin dari Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Jadi, tindakan Flavia Celly Jatmiko dan Yayasan Miss Indonesia yang menerimanya sebagai peserta KontesMiss Indonesia mewakili Aceh, telah menurunkan harkat dan martabat masyarakat Aceh yang salah satunya memegang teguh adat istiadat dan menjunjung tinggi pelaksanaan Syariat Islam.

Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, kata Muharuddin, DPRA sangat menyesalkan Ketua Yayasan Miss Indonesia dan Flavia Celly Jatmiko. DPRA berharap Menteri Pariwisata RI mengambil tindakan tegas terhadap Ketua Yayasan Miss Indonesia.

Ketua Yayasan Miss Indonesia dan saudari Flavia Celly Jatmiko diminta untuk memohon maaf secara resmi dan terbuka kepada seluruh masyarakat Aceh melalui media massa nasional dan lokal, paling sedikit tiga hari berturut-turut atas kesalahan yang telah dilakukan terhadap masyarakat Aceh.

Sedangkan anggota DPD RI asal Aceh Sudirman atau Haji Uma, juga telah menyurati Yayasan Miss Indonesia seminggu lalu. Dia meminta penyelenggara mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka. Dan pada Rabu (2/3) pihak MNC Group merespons surat tersebut. Mereka menelepon Staf Ahli Sudirman, yakni Mulyadi untuk mengagendakan pertemuan, membahas permintaan klarifikasi dari anggota DPD itu. Rencananya, pertemuan akan dilaksanakan pada Jumat (4/3) di Gedung DPD RI, Jakarta.

“Dalam pertemuan nanti prinsip saya tetap seperti semula, meminta mereka mengklarifikasi karena kontestan yang mewakili Aceh itu bukan dari Aceh dan tidak mencirikan Aceh. Serta mereka harus meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh,” ujar Haji Uma. (her/mun) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id