Kemenpar Advokasi Tata Cara Pendaftaran Usaha Pariwisata | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kemenpar Advokasi Tata Cara Pendaftaran Usaha Pariwisata

Foto Kemenpar Advokasi Tata Cara Pendaftaran Usaha Pariwisata

BANDA ACEH – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) melakukan advokasi Tata Cara Pendaftaran Usaha Pariwisata, 1-3 Maret 2016 di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Bimbingan Teknis (Bimtek) itu diikuti 105 peserta dari perwakilan Disbudpar Kabupaten/kota, KP2TSP se-Aceh, biro hukum, serta anggota DPRK yang membidangi pariwisata di Aceh.

Asisten Deputi Industri Pariwisata Kemenpar RI, Agus Priyono, Rabu (2/3) malam kepada awak media mengatakan, untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), usaha pariwisata dituntut meningkatkan daya saing dengan sertifikasi usaha pariwisata. “Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) merupakan syarat utama sertifikasi. Maka dari itu, kami lakukan advokasi terkait tata cara pendaftarannya, sebab setiap usaha pariwisata mesti terdaftar,” kata dia.

Menurutnya, sertifikasi akan meningkatkan daya saing antar usaha, sehingga pelaku usaha akan lebih siap menghadapi MEA yang akan melibatkan seluruh pelaku usaha dari Negara-negara ASEAN. “Semua pelaku MEA punya sertifikasi. Melalui kegiatan ini kami minta komitmen pemerintah daerah untuk melakukan standarisasi,” jelasnya.

Adapun komitmen tersebut yaitu melaksanakan TDUP, menyusun peraturan daerah tentang TDUP, memantau pelaksanaan TDUP, memantau sertifikasi usaha pariwisata, serta melapor secara berkala pelaksanaan TDUP dan sertifikasi setiap 6 bulan kepada kepala daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kabid Pengembangan Usaha Pariwisata, Amiruddin mengatakan bahwa selain migas, sektor pariwisata merupakan penyumbang devisa bagi Negara. “Di Aceh, banyak objek wisata yang belum dimaksimalkan salah satunya Pulau Banyak.Padahal pulai ini sangat punya potensi, di sini ada parade ikan paus yang saya rasa tak ada di tempat lain di Indonesia,” kata Amiruddin.

Dia berharap semua pengusaha pariwisata di Aceh segera melaksanakan TDUP dan sertifikasi untuk kemajuan bersama. Selain itu, Amiruddin meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih pada provinsi paling ujung di Indonesia ini. “Meskipun kami terletak di ujung, kami punya semua potensi pariwisata. Jangan ada kesan bahwa Aceh ini anak nakal, sehingga tak dihiraukan,” kata dia. (fit) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id