Buntut Kudeta Gagal, 2.745 Hakim Turki Dinonaktifkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Buntut Kudeta Gagal, 2.745 Hakim Turki Dinonaktifkan

Buntut Kudeta Gagal, 2.745 Hakim Turki Dinonaktifkan
Foto Buntut Kudeta Gagal, 2.745 Hakim Turki Dinonaktifkan

* 2.839 Personel Militer Ditahan

ANKARA – Sebanyak 2.745 hakim di Turki dinonaktifkan sebagai buntut dari upaya kudeta pada Jumat tengah malam waktu setempat yang berakhir dengan kegagalan.

Demikian diumumkan oleh Hakimler ve Savcilar Yuksek Kurulu (HSYK), lembaga tinggi negara semacam Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Ajansi, Sabtu (16/7).

Juga terdapat 5 orang anggota lembaga tinggi HSYK ikut dipecat. Sebanyak 140 anggota Mahkamah Agung masih diperiksa.

HSYK menggelar pertemuan untuk mengambil keputusan apakah sejumlah hakim, yang menurut Presiden Erdogan, adalah pengikut tokoh spiritual Gulen, bisa tetap dalam posisi untuk menjalankan fungsinya. Erdogan menduga Gulen berada di belakang aksi kudeta.

Secara terpisah, sebanyak 182 personel militer dari berbagai jenjang kepangkatan, termasuk sejumlah komandan senior juga ditangkap di bagian tenggara provinsi Diyarbakir.

Di antara yang ditangkap terdapat Mayjen Metin Akkaya, Komandan Garnisun di wilayah Isparta Mayjen Mustafa Kurutmaz, dan Komandan Pasukan II Turki Jenderal Adem Huduti yang berbasis di Malatya dan bertanggung jawab melindungi perbatasan dengan Suriah, Irak dan Iran.

Penangkapan ini melengkapi sejumlah 2.839 personel militer yang telah lebih dulu ditangkap atau menyerahkan diri karena terlibat upaya kudeta Jumat malam waktu setempat atau Sabtu pagi WIB.

Sebelumnya PM Binali Yildirim mengumumkan setidaknya 265 orang tewas dalam upaya kudeta yang digagalkan dalam semalam itu, termasuk 104 pendukung kudeta. Adapun 1.440 orang terluka di ibu kota Ankara dan Istanbul.

Lebih dari 20 prajurit pelaku kudeta, termasuk sejumlah perwira senior, terbunuh dalam upaya penggulingan pemerintah yang sah, namun gagal. Sebanyak 5 jenderal dan 29 kolonel dibebastugaskan.

Turki menuding Fethullah Gulen (75), ulama Turki yang menetap di AS, sebagai dalang upaya kudeta. Ia dulu merupakan sekutu dekat Presiden Erdogan. Keduanya berseberangan pandangan dalam beberapa tahun terakhir setelah Erdogan mencurigai Gulen akan mendongkelnya dari kekuasaan.

Presiden Erdogan telah meminta Presiden AS Barack Obama untuk mengekstradisi seorang ulama Turki yang tinggal di AS, Fethullah Gulen, yang dia tuduh sebagai otak upaya kudeta.

Namun Gulen membantah tuduhan ini dan AS mengatakan bahwa Turki harus membuktikan tuduhan itu sebelum mempertimbangkan untuk mengekstradisinya.

Sementara itu, berbagai kegiatan warga di Turki hingga Minggu (17/7) dilaporkan sudah normal kembali. Demikian pula Bandara Internasional Attaturk di Istanbul yang sebelumnya sempat ditutup, dilaporkan sudah kembali beroperasi secara normal sejak Sabtu siang.

Seorang juru bicara Turkish Airlines mengatakan penerbangan sekarang telah kembali ke jadwal normal dari bandara terbesar ketiga di Eropa itu, walaupun kemungkinan terjadi penundaan penerbangan.

Penutupan Bandara Ataturk Istanbul pada Jumat (15/7) malam lalu, menyebabkan pengalihan 35 pesawat dan membatalkan 32 penerbangan, kata Ketua Turkish Airlines, Ilker Ayci, kepada stasiun televisi berita CNN Turk. (bbc/rtr/ant/ask) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id