Instalasi Air Bersih Rp 2,4 M Telantar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Instalasi Air Bersih Rp 2,4 M Telantar

Foto Instalasi Air Bersih Rp 2,4 M Telantar

* Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang

LHOKSUKON – Proyek instalasi penglohan air bersih biotekologi di Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Aceh Utara, yang dibangun tahun 2010 dengan dana Rp 2,4 miliar, hingga Maret 2016 belum bisa difungsikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di kawasan itu. Padahal, selama ini warga di kawasan itu krisis air bersih.

Keuchik Teupin Reusep, Ibrahim Mahmud kepada Serambi kemarin menyebutkan, pembangunan instalasi air itu dibangun dengan dana APBA untuk memenuhi kebutuhan air bersih, karena selama ini warga di kawasan itu kesulitan memperoleh air bersih. Warga di kawasan itu selama ini memanfaatkan air sumur dan sungai untuk kebutuhan sehari-sehari.

“Tapi sampai sekarang bangunan itu belum bisa dimanfaatkan warga. Saya juga tidak tahu kenapa sudah lima tahun bangunan itu telantar, karena pihak rekanan dan dinas tidak pernah memberitahukan kepada kami,” ujar Keuchik. Karena itu, ia berharap agar bangunan tersebut segera difungsikan agar masyarakat mendapatkan manfaatnya.

Sementara Keuchik Sawang, Sufyan menambahkan, berdasarkan informasi yang ia terima, bangunan yang menghabiskan dana miliaran itu dibangun tahun 2010 tapi tidak sempurna. Lalu pada tahun 2012 dilanjutkan lagi. “Tapi saya tidak tahu kenapa sampai sekarang juga belum bisa dimanfaatkan,” katanya.

Padahal. kata Sufyan, seharusnya setiap bangunan yang dikerjakan itu harus tuntas dan bermanfaat bagi warga. “Ada informasi juga setelah bangunan itu selesai, air yang berada di kawasan alur tersebut tidak mencukupi untuk diisi ke dalam bangunan itu. Kita juga tidak tahu bagaimana proses perencanaannya,” katanya.

Tantawi, anggota DPRK Aceh Utara asal Sawang menyebutkan, ia bersama tim panitia khusus DPRK Aceh Utara pada tahun 2011 pernah ke lokasi bersama Dinas Cipta Karya Aceh Utara. Karena yang melaksanakan pembangunan itu dinas tersebut. “Kita berharap ada tindak lanjut terhadap bangunan itu, sehingga dana miliaran rupiah tak sia-sia,” ujar Tantawi.

Kepala Dinas Cipta Karya Aceh Utara, Azmi, yang ditanyai Serambi, kemarin, mengatakan pihaknya belum mendapat laporan dari warga tentnag bangunan instalasi air yang belum bisa difungsikan. Karena itu, pihaknya akan menelusuri dulu apakah sumber dananya dari APBA atau APBK. Karena jika sumber dananya dari APBA, ditangani oleh dinas provinsi.

“Setelah kita telusuri dan jika memang benar bangunan itu ditangani dinas Cipta Karya akan tinjau ke lokasi dulu,” kata Azmi.(jaf) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id