Listrik RSUZA Kembali Normal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Listrik RSUZA Kembali Normal

Foto Listrik RSUZA Kembali Normal

BANDA ACEH – Suplai arus listrik ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) mulai Rabu (13/7) kembali normal setelah 4 hari (9-12 Juli) arus mengalir tak stabil. Dengan stabilnya arus, peralatan listrik di rumah sakit daerah itu dapat digunakan kembali secara normal, termasuk di kamar operasi yang tidak boleh padam listrik sedetik pun.

Direktur RSUDZA, dr Fachrul Jamal SpAN KIC melalui Wadir bidang Pelayanan Medis, dr Azharuddin SpOT (K) kepada Serambi Sabtu (16/7) mengatakan, pasokan listrik kembali normal sehari setelah diterbit

kannya berita terkait krisis listrik di rumah sakit itu. “Alhamdulillah kondisinya normal kembali secara tiba-tiba. Namun perlu saya jelaskan, kami tidak mengubah settingan mesin sama sekali,” kata dia.

Menurut Azharuddin, ketidak seimbangan tegangan chiller freezer (pendingin) kamar operasi RSUDZA, telah diset di angka 2% sesuai pabrikan sejak 8 tahun lalu. Kondisi itu masih dipertahankan hingga sekarang tanpa perubahan sedikit pun. “Tak ada satu pun yang boleh mengutak-atik settingan alat itu, sebab pihak yang berwenang menyetel mesin listrik RSUDZA adalah PLN Aceh,” ujarnya.

Dia tambahkan, RSUDZA hanya memasang alat listrik yang memenuhi standar, yang telah diuji terlebih dahulu kelayakannya. “Kami berterima kasih atas kerja keras PLN. Namun untuk pembelajaran ke depan, kami ingin PLN berterus terang terkait kondisi listrik 4 hari itu,” jelas Azharuddin, yang mengaku bingung dengan perubahan drastis tersebut.

Sementara itu, Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Aceh, Teuku Bahrul Halid SH mengatakan, anjloknya suplai listrik selama 4 hari di RSUDZA akibat PLTU Nagan-1 dan 2 collapse. “Pada 14-15 Juli kedua mesin PLTU kembali berfungsi sehingga seplai listrik kembali normal, termasuk ke RSUDZA,” katanya.

Dia tambahkan, sebelumnya PLN memang meminta penyetelan unbalanced voltage menjadi 3% dan penambahan stabilizer di RSUDZA, sebab kondisi sekarang sangat sensitif. “Namun kami urungkan, karena kondisi itu lebih disebabkan oleh matinya PLTU Nagan. Lagipula dari pihak rumah sakit juga keberatan jika alatnya diutak-atik,” tandasnya, seraya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan atas pemadaman selama ini. (fit) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id