Warga Ie Lhob Pertanyakan Sikap MPU | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Ie Lhob Pertanyakan Sikap MPU

Foto Warga Ie Lhob Pertanyakan Sikap MPU

* Terkait Tariqat Syattariyah

BLANGPIDIE – Puluhan masyarakat beserta perangkat desa Ie Lhob, Kecamatan Tangan-Tangan mendatangi kantor Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Daya (Abdya), Rabu (13/7). Kedatangan puluhan masyarakat itu terkait adanya surat peringatan dari pengacara Usman dan T Safrial tentang Tariqat Syattariyah.

“Kami ingin mempertanyakan perkembangan aliran Tariqat Syattariyah yang sempat dihentikan sementara aktifitasnya oleh Pemkab Abdya,” ujar Keuchik Ie Lhob, M Ali B kepada Serambi seusai berdialog dengan pengurus MPU Abdya, Rabu (13/7). M Ali menyebutkan beberapa waktu lalu, MPU Abdya telah menerima surat dari Dr Muhammad Asrun dan Partners Law Firm selaku pihak pengacara Usman dan T Safrizal tentang larangan tidak berkomunikasi langsung dengan kliennya.

“Kami sangat berduka dengan surat itu, dan kehadiran kami ini bentuk dukungan kepada MPU, karena tujuan dari MPU ini adalah kepentingan kami semua. Kami menginginkan kegiatan mereka itu tidak ada lagi di Ie Lhob, kalau ada di Nagan dan Aceh Tamiang, itu bukan urusan kami,” tegas M Ali B.

Selain itu, M Ali juga meminta MPU bisa hadir dan mempertemukan masyarakat dengan bupati, untuk mempertanyakan sikap bupati tentang keberadaan Tariqat Syattariyah. Sementara itu, Ketua MPU Abdya, Tgk M Dahlan di depan masyarakat Ie Lhob mengakui pihaknya telah memanggil para pengurus Tariqat Syattariyah sebanyak tiga kali, namun para pengurus Tariqat Syattariyah tidak hadir dengan alasan harus memanggil pengacaranya.

“Jadi, setelah kami memanggil itu, sampailah surat dari advokat mereka kepada kami, yang berisi surat peringatan agar MPU Abdya tidak memanggil kliennya, atas dasar itulah kami serahkan surat itu kepada Tgk Imum Ie Lhob, tujuannya agar tidak ada pemikiran masyarakat, kalau kami tidak peduili lagi dengan kasus ini,” ujar Tgk M Dahlan.

Dengan adanya surat itu, kata Tgk M Dahlan, maka pihaknya tidak berwenang memanggil para pengurus Tariqat Syattariyah. Untuk kelanjutan kasus tersebut, Ia meminta masyarakat harus berjumpa langsung dengan pengurus MPU Aceh, dan pihaknya akan mendampingi masyarakat.(c50) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id