100 Tenda Se-Nusantara Lingkari Danau Lut Tawar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

100 Tenda Se-Nusantara Lingkari Danau Lut Tawar

100 Tenda Se-Nusantara Lingkari Danau Lut Tawar
Foto 100 Tenda Se-Nusantara Lingkari Danau Lut Tawar

aceh.Uri.co.id, BANDA ACEH – Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan 100 tenda Se-Nusantara yang dihelat di sepadan Danau Lut Tawar, Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (9/7/2016) malam membludak.

Tercatat sebanyak 450 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan ada juga dari negeri jiran Malaysia ikut ambil bagian bermalam di tepi Danau Lut Tawar, Takengon.

Para peserta tidak hanya dari seluruh kabupaten dan kota di Aceh, ada juga peserta yang berasal dari Sumatera Utara, Pulau Jawa, hingga Malaysia.

“Jumlah yang mendaftar diluar target, sementara panitia hanya memperkirakan100 tenda, tapi jumlah peserta mencapai 450 orang. Jadi di antara peserta ada yang bawa tenda sendiri,” papar Ketua Panitia 100 tenda, Sani Tarigan.

Ia mengungkapkan, sejumlah peserta tersebut jauh-jauh hari sudah mendaftarkan diri untuk even tersebut.

Menurut Sani, besarnya animo peserta membuat pihaknya berpikir untuk merencanakan even serupa namun dengan jangkauan lebih luas.

“Mungkin tahun depan akan kita jadikan 1.000 tenda dengan jangkauan tidak lagi nusantara tapi dunia,” ujarnya penuh semangat.

Sebelum menuju lokasi berkemah, para peserta 100 Tenda Se-Nusantara dijamu oleh Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM di pendopo setempat.

“Kalau sudah berkemah di tepian Danau Laut Tawar, jangan lewatkan beberapa titik lokasi wisata alam di sekelilingnya,” kata Nasaruddin di sela-sela temu ramah dengan para peserta 100 tenda Se-Nusantara.

Dia merincikan, sekeliling Danau Lut Tawar, banyak titik wisata yang bisa dikunjungi. Ada wisata alam seperti air terjun Mengaya dan beberapa pantai, wisata olahraga, dan wisata legenda.

“Ada beberapa even di seputar danau seperti dayung, selam, renang, sepeda gunung, dan hiking. Untuk wisata legenda, ada Gua Putri Pukes dan Goa Loyang Koro. Juga ada wisata kuliner di Kampung One-One,” ungkapnya.

Tak berhenti cerita soal Danau Laut Tawar, Pak Nas panggilan akrab bupati Aceh Tengah ini, juga menyambung promosinya dengan produk andalan kopi arabika gayo.

Menurutnya tidak sah datang ke Takengon bila tidak menyeruput kopi arabika.

“Seruput kopinya dan jangan lupa juga beli beberapa kemasan untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Kopi gayo merupakan jenis kopi Arabica yang cukup kesohor.

Sekilas Danau Lut Tawar

Pemberian nama danau Laut Tawar atau dalam bahasa lokal disebut Lut Tawar karena luasnya danau yang tak ubahnya lautan dan rasa airnya yang tawar.

Luasnya kira-kira 5.472 Hektare (Ha) dengan panjang 17 Km dan lebar 3,219 Km. Sedangkan volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m3 (2,5 triliun liter) dan merupakan muara dari 25 sungai.

Danau ini juga sekaligus merupakan sumber air bersih bagi warga setempat. Jika dilihat sepintas, Danau Lut Tawar tak ubahnya hamparan permadani berwarna biru dengan dua bukit yang mengapit di kedua sisi.

Habitat polasi ikan depik yang diolah menjadi kuliner khas setempat. Jika anda hobi memancing, datanglah pada rentang Bulan Agustus karena saat itulah ikan depik melimpah.

Aceh Tengah dengan ibukotanya Takeongan merupakan salah satu kabupetan yang menjadi ‘tiga serangkai’ yang masuk kawasan dataran tinggi Aceh.

Pesona alamnya yang indah, airnya yang bersih dan segar, ditambah sejuknya udara pegunungan membuat pengalaman wisata alam nyaman dan berkesan. (*) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id